Distibutor Vimax Extender

Cerita Seks Kisah Nyata: Aku dan Mbak Nanik

Koleksi Cerita Seks yang Diambil Dari Kisah Nyata

Cerita Seks Kisah Nyata
Cerita Seks Kisah Nyata

Catatan penulis cerita seks kisah nyata: Selamat datang suhuwan suhuwati para penghuni semprot, izinkan nubie yang ingin membagikan kisah hidup nubie yang ditulis melalui cerita seks kish nyata pada kesempatan ini. Ini kisah nyata, dan harap para suhu disini memaklumi setiap kekurangan dan kesalahan pada karya cerita seks pertama saya ini.

Cerita Seks Kisah Nyata – Aku dan Mbak Nanik

Namaku *** , Kisah ini terjadi pada tahun 2008 lalu ketika saya baru lulus sekolah, bingung dirumah gak ada kerjaan maka saya nekat pergi merantau di kota s1doar*o. Kebetulan ada teman satu kelas yang sudah bekerja disana. Pada saat itu usia saya baru menginjak 18 tahun
Singkat cerita saya menyusul kesana dan bekerja di pabrik yang sama. Karena itulah awal mula saya mengenal mbak nanik, salah satu karyawan pabrik dibagian packing.

Awalnya saya satu kos bersama teman sekolah saya dan semua berubah ketika saya bekerja selama 3 bulan

Cerita Seks Kisah Nyata | Pada suatu malam saya mendapatkan shift kerja sore, masuk jam 3 sore pulang jam 11 malam. Karena saya karyawan baru, saya sangat rajin sehingga ketika semua karyawan pulang saya masih berada di pabrik membersihkan alat alat kerja saya. Dan baru sadar jam sudah menunjukkan pukul 11:20 wib. Saya pun bergegas untuk pulang, tapi baru sampai di pintu pabrik sayup sayup terdengar lirih ada suara wanita memanggil saya, saya peun berhenti untuk memastikan asal suara tersebut. Dan benar ternyata itu suara mbak nanik yang memanggil saya dari arah kamar mandi. Terlihat dia dari balik pintu kamar mandi yang terbuka sedikit.

Sekilas tentang mbak natik, mbak nanik tipe wanita mandiri, kulit kuning langsat dengan potongan rambut sebahu dan ada tahi lalat di dagunya yang membuat parasnya begitu manis, perawakannya kecil dengan toket yang tidak terlalu besar dan pinggulnya pun tidak terlalu semok usianya pada saat itu 22 tahun dia juga perantauan berasal dari k3d1ri

Kembali kecerita

Saya pun bergegas ke kamar mandi menemui mbak nanik, ” ada apa mbak ” tanya saya. ” ***, tolong ambilkan gunting di ruangan packing, cepet!!” seru dia kepadaku. Saya bergegas mengambil gunting dan menyerahkan pada mbak nanik. “tok!!tok!! Mbak, ini guntingnya”. “mana mana!!!” sambil mengeluarkan tangan dari balik pintu kamar mandi. Saya merasa bingung, terus terang pada saat itu saya takut mbak nanik mau bunuh diri, jadi dengan bodohnya saya tetap menunggu dia keuar dari kamar mandi. Tak lama kemudian mbak nanik keuar, “lo *** kamu nungguin saya?”, ” iya mbak saya nungguin, abis kuatir kalo mbak nekat” jawabku. “nekat apa?” tanyanya sambil tersenyum kecil, “ya nekat, kukira mau bunuh diri tadi” jawabku, “mana ada!! memang aku baru putus sama pacarku, tp itu gak ada pengaruhnya buatku. Kayak g ada cowok lain aja.

Kamu juga masih nganggur kan gag ada yang punya” jawabannya yang membuatku terkejut, “la terus td gunting buat apa, masak mau bersih bersih malam malam gini” godaku sedikit nakal. Sambil ketawa dia menjawab “tidaak, tp jangan bilang siapa siapa ya” . Aku mengangguk mengiyakan, ” tadi ada kecelakaan kecil”,” kecelakaan apa” potongku kaget, “tadi aku masang pembalut terbalik, jadi yang ada perekatnya malah nempel, terpaksa bersih bersih malam malam”, kami pun tertawa di perjalanan pulang

Skip….

Semenjak itu kamipun langsung akrab dan dan dia tau letak kosanku, selang beberapa hari dia mengajakku tinggal dikontraannya, katanya dia ngontrak satu rumah dengan 2 kamar, jadi aku tinggal bayar listrik bulanan g usah bingung pembayaran kontrakan. Tanpa di tanya dua kali langsung aku iyakan. Sehabis pulang kerja langsung aku kemasi barangku dan pamit ke bu kosku. Sesampainya disana terkejutnya aku, memang betul dia kontrak satu rumah 2 kamar, tp kamar satunya sudah ditempati mbak kiki dengan pacarnya. Bingung aku, lalu mbak nanik bilang “g usah bingung, sekamar ma aku aja, aku kan tidur sendiri” aku sempan menolak dan bilang aku bisa tidur di ruang tamu, tp mbak nanik tetap memaksaku, karena sudah terlanjur pamit sama bu kos dengan ‘terpaksa’ aku pun mau tidur sekamar dengan mbak nanik.

Keadaan kamarnya tidak terlalu mewah, hanya terdapat lemari plastik dan meja rias kecil tempat kosmetik miliknya dan kuingat mbak nanik juga tidak menggunakan ranjang, hanya ada kasur spon tertata rapi dengan sprei motif bunga matahari di depan lemarinya. Ku hampar kasur tipisku di sebelah pojok depan pintu agak menjauh dari kasurnya.

Pada awalnya saya agak malu sekamar dengan gadis seperti mbak nanik, dan lama lama saya terbiasa malah mbak nanik semakin dekat seperti saudaraku sendiri, tapi tetap selalu ada momen seperti ganti baju, saya atau mbak nanik selalu keluar dari kamar itu, dan aku pun tidak sampai berani berbuat macam macam, hingga akhirnya pada akhir bulan september ketika aku pulang kerja pada pukul 15:00 wib, rumah dalam keadaan kosong dan kuputuskan sms mbak nanik, dia ternyata masih belanja kebutuhan bulanannya.

Jadi aku langsung masuk terus mandi lalu tidur, sekitar pukul 17:30 wib aku dibangunkan oleh suara hairdryer yang berisik, kulihat mbak nanik hanya mengenakan handuk dan duduk di meja rias mengeringkan rambutnya, sontak aku kaget dan bilang “maaf mbak ku keluar dulu aja”,” dengan melihatku melalui cermin dia menjawab “udah sini aja, kayak sama siapa saja”, aku pun berdiri salah tingkah dibuatnya. Kulihat tengkuk lehernya yang terdapat rambut halus membuatku semakin bernafsu dengannya.

Dia berdiri mau mengambil BH miliknya, dan entah setan apa yang merasukiku terlontar kata kata dari mulutku ” maaf ya mbak”, dia melihatku melalui cermin sambil memegangi simpul handuk diatas payudaranya, “maaf apa” menatapku tajam, aku langsung mendekat dan kuciumi pundaknya dari arah belakang, dari pundak sampai ke lehernya, “uuurrggh” dia merintih sambil menoleh ke arahku, kesempatan itu langsung kugunakan untuk menyambut bibirnya dengan bibirku, masih teringat jelas aroma pasta gigi cl0se up dari mulutnya.

Dia pun berbalik dan menggunakan kedua tangannya membelai rambutku dengan mesra, tanganku pun langsung melepas handuk yang dia pakai, kulepas ciumanya untuk sesaat demi menikmati tubuh indah mbak nanik, masih sambil berdiri aku lumat bukit kembar miliknya, dia sempat geli dan membungkuk tak kuat merasakan lumatanku pada payudaranya, sebentar saja kurasakan putingnya yang mengeras sekali. Tanpa sepatah kata dia pindah dan berbaring di kasurnya dengan posisi kaki lurus, aku pun langsung mengambil posisi diatasnya dan langsung kucium bibir indahnya.

Beberapa kali bibirku digigit olehnya karena gemas, lalu aku lanjutkan kelehernya lalu turun ke dadanya, “ssssshhhhaah,” suara desahannya membuatku semakin gila mempermainkan putingnya.

Tanganku pun tak berhenti mengelus setiap inchi tubuhnya, lumatan bibirku pindah turun keperut lalu pahanya dan kakinya dia buka dengan sendirinya, baru dapat kulihat lipatan indah yang tertutupi bulu tipis diantara 2 kakinya, ragu tapi kuteruskan, kubuka memeknya dengan kedua tanganku dan kubenamkan lidahku di lubang memeknya yang merah “aaaaarrhhhhhhhhssssssssshhhh” desahnya panjang, baru pertama kurasakan aroma khas memek yang begitu harum dilidahku, kumainkan lidahku di klitorisnya dengan liar, sesaat kemudian dia langsung menjambak rambutku, ” ayo ***” sambil tersenyum mengangguk padaku. Tanpa basa basi langsung kulepas celana kolorku yang sedari tadi kupakai, dan kuarahkan kontolku yang sangat tegang kememeknya mbak nanik.

Dengan dorongan kecil aku masukkan kontolku dalam dalam, “aaghhh” desahan kami tanpa sadar secara bersamaan, kurasakan memeknya mengurut kontolku dengan lembut. Aku pun mulai menggerakkan kontolku maju mundur, “aaahhh, aaaahhhh, aaahhh” desahan mbak nanik yang seirama dengan ayunan pinnggulku membuatku semakin laju memompa memek mbak nanik “ahhg, ahhg, ahhg, ahhg” semakin cepat desahannya semakin kacau aku dibuatnya, dan kurasakan tubuhku tak terkontrol lagi menahan kenikmatan tiada tara dari memek mbak nanik dan “AAAAARRGGHH! Aku kluar mbak!” kontolku memuntahkan beribu ribu sperma memenuhi memeknya, “nikmatnya mbak” ucapku waktu itu.

Lalu dia dorong pinggulku agar terlepas kontolku dari memeknya. Lalu dia bangkit dan menungging membelakangiku bermaksud mengambil handuknya tadi, dia berkata “***, kalo kayak gini kan aku yang capek mandi lagi”.

Aku langsung beranjak dari tempat tidur dan langsung membelakanginya, dengan kedua tangan aku pegang pinggang rampingnya, sontak dia kaget dan menegapkan posisinya, tapi terlambat kontolku lebih cepat menghujam memeknya yang telah licin oleh spermaku tadi, hampir terjerembab kedepan dia menopang tubuhnya dengan tangan bersandar di kursi riasnya, kutahan sensasi geli luar biasa dikontolku yang baru memuntahkan sperma dengan memejamkan mata, kukocok terus tanpa henti dan cepat “sssshhhh, aaahhh, aaahhh, pe..lan pelan *** ” pintanya tapi tak kuhiraukan dan tiba tiba ” ssssssaaaaaaarrgggghhh *****!”.

Tubuh mbak nanik bergetar hebat, aku heran dan hanya bisa membenamkan kontolku dalam memeknya, aku merasa cengkraman memeknya mbak nanik yang menguat meremas kontolku dari ujung sampai pangkal, dia terlihat sangat lemas, hingga lututnya hampir tak mampu menopang posisinya, dengan kedua tanganku aku menahan pinggang mbak nanik agar tidak terlepas kontolku di dalam memeknya, ” gak pa pa mbak?” tanyaku singkat, dengan tangan kirinya dia dorong pinggulku kebelakang menyuruhku mencabut kontolku, dengan nafas terengah engah dia berbalik dan berbisik “nakal kamu ***, udah bikin aku kluar” lalu dia mendorongku dan aku pun terlentang dibawahnya, dengan pelan di atur posisi kontolku agar pas dilubang memeknya.

Dan blleeess masuklah si kontol kembali menggelitik liang rahim mbak nanik, kali ini dia yang memegang kendali, dia bergoyang diatasku memanjakan kontolku, “aaahhgg , aahhggg, aaaahhgg” racaunya membuat kontolku yang tadinya sensitif kembali seperti semula, “lebih cepat mbak” semangatku untuknya, “aaahh, aaahh, aaahh, ***, aaah” semakin cepat dia goyang, semakin condong kebawah tubuhnya, lalu dia ku kecup bibirnya dan berpindah kugigit gigit kecil putingnya, sambil kubantu goyang dari bawah, lalu dia memejamkan mata sambil mendesah agak keras “mmmmsssssssaaaahhhhggg” tangannya lemas tak kuat menopang tubuhnya dan rebah diatas tubuhku, dan saat itulah kurasakan setiap bagian tubuh mbak nanik bergetar lagi, dan memeknya mencengkram kuat berusaha memuntahkan kontolku, dia menarik memeknya dan “ssllluuurrrpp” kurasakan cairan hangat mengalir keluar dari memeknya membasahi perutku.

Dengan kedua lengannya yang menghapit kepalaku, dia tersenyum dan memberikan kecupan mesra di bibirku. Lalu aku angkat pelan dia sehingga kita berpindah posisi MOT “bentar ya ***” pintanya yang tak kuhiiraukan karena langsung kuhujamkan kontolku di memeknya, “AAAHHGG!” dia setengah menjerit, tapi aku ga peduli terus saja aku pompa memeknya itu ” sshhh aahhh, kamu jahat ***, g ngasih aku rehat sss aaahhh”, ” maaf mbak, soale memeknya enak. Lagian aku udah mau keluar lagi ni” pungkasku. “cepet ***, aku juggaa mau ssshhnmm”. Belum selesai bicara aku lumat lagi mulutnya dengan mulutku, semakin cepat semakin cepat dia peluk aku dengan begitu erat dan CRROOOT CRROOT CRROOOT spermaku kembali mengisi lubang memek mbak nanik yang saat itu juga bergetar hebat menandakan dia juga mencapai orgasme.

Setelahnya aku berbaring disampingnya kami saling berhadapan dan kulihat dia memejamkan mata begitu lelap,, aku perhatikan raut wajahnya yang cantik, aku sikap rambut yang menutupi wajahnya dengan tanganku sambil berfikir, “kenapa dia mau sama aku, habis ini dia marah apa gimana ya”. Lalu dia membuka mata membuyarkan lamunanku “mbak, kukira sudah tidur tadi” kembali aku salah tingkah. ” udah jangan pusing, gag bakalan hamil kok tenang aja” jawabnya sambil memejamkan matanya lagi.

Ke esok harinya…
…..
” huuaaah sudah pagi ya ” kulihat mbak nanik masih tertidur pulas disampingku, dan entah mengapa tadi malam kami berdua tidur sangat nyenyak sekali. Sekali lagi kuperhatikan mbak nanik yang tengah tidur tanpa sehelai benang yang menutupi tubuh indahnya, hampir ku tak percaya bahwa kemarin aku telah bisa menikmati tubuh indah dihadapanku ini, bahkan dia begitu cantik ketika tertidur, seperti dihipnotis aku tak bisa memalingkan wajahku darinya, kulitnya yang bersih, paras rupawan, dan payudaranya yang sempurna, bahkan aroma tubuhnya pun terasa harum di hidungku, “hehe aku jatuh cinta apa ya” pikirku dalam hati.

Lalu teringat bahwa sekarang sudah waktunya aku berangkat bekerja, aku mencari hpku di antara sprei yang berantakan, dan kulihat hpku terselip disamping kasur bersama kolorku yang semalam sempat aku pakai, aku terkejut melihat jam di hpku, ” jam 08:43!, mbak bangun udah kesiangan ini” belum sempat aku berdiri mbak nanik meraih tanganku “sekali kali bolos gak masalah ***” ucap dia sambari menarik tanganku, aku pun kembali berbaring disampingnya dan tangannya langsung memeluk tubuhku, dan tanpa sadar teteknya yang imut menekan lengan kananku, kaki kirinya dia pindahkan ke atas pahaku, kudapat merasakan bulu halus memeknya menggesek pahaku yang membuat libidoku memuncak. Tapi belum apa apa mbak nanik memanggilku”***”, “iya mbak” jawabku dengan pelan, “mandi sana” jawabnya singkat. “……., kukira mau ngajak lagi” dalam hatiku.

Aku pun menuruti perkataan mbak nanik dan segera mandi. Setelah mandi kuputuskan untuk membeli sarapan untuk kami berdua, aku pun memakai baju dan mengambil dompet ditasku, “mau kemana ***?” tanya mbak nanik kepadaku, “mau beli sarapan mbak”, sembari bangun mbak nanik bilang “titip buatku juga ***, itu uangnya ambil di lemari bawah”, ” sudah pake uangku saja” jawabku singkat sambil pergi keluar kamar.

Dijalan aku terus berfikir tentang perasaanku, “kenapa tiba tiba aku jadi suka sama mbak nanik, ya memang mbak nanik itu cantik tapi selama ini dia sudah kuanggap seperti kakakku saja kan. Terus mbak nanik apa memendam perasaan yang sama kepadaku ya?, lalu kenapa dia tadi malam mau kuajak ngentot ya? Perasaannya kepadaku seperti apa?” pertanyaan pertanyaan seperti itu terus terngiang di dalam fikiranku sampai aku tiba di warung langganan dekat pasar, Aku memesan nasi pecel dua bungkus lengkap dengan rempeyek kacang kesukaanku, setelah menunggu beberapa saat pesananku telah siap dan langsung kubayar.

Segera aku ingin cepat kembali ke kontrakan menemui mbak nanik, “apa dia juga suka sama aku, kalau dia jadian sama aku, bisa iri semua teman satu kampungku, baiklah, apapun yang terjadi habis ini mbak nanik langsung ku tembak!”. Ucapku di dalam hati sambil menambah kecepatan langkahku.

Sesampainya dikontrakan mbak nanik sedang menyapu ruang tamu, kulihat rambutnya terurai basah menandakan dia baru saja mandi, “ayo mbak sarapan” ajakku padanya, “beli apa ***” tanya mbak nanik sambil menaruh sapunya, “pecel mbak” jawabku sambil menaruh bungkusan nasi pecel di meja. Aku pun pergi kedapur untuk mengambil piring dan sendok. Kamipun memulai sarapan berdua ……

[3menit] hening.
[10menit] masih hening.

Entah mengapa suasana sarapan pada waktu itu sangat sunyi, tak ada satu kata pun keluar dari mulut kami berdua. Bahkan nyaliku untuk menembak mbak nanik lenyap seketika.

“ngomong gak ya, ngomong gak ya” dalam hatiku sambil melirik mbak nanik yang menunduk menyantap sarapannya.

Ketika aku sedang bimbang tak mempunyai keberanian untuk menyatakan cinta, mbak nanik mengawali pembicaraan “***, soal tadi malam”, “BBLLUURRRRRR, UGGHUUK, UGGHUUK!” tersedak aku mendengar ucapannya, ” maaf mbak, maaf UGGHUK” lanjutku sembari mengambil minum.

Mbak nanik menaruh sarapannya dimeja menandakan keseriusannya tentang apa yang ingin dia bicarakan denganku, melihat itu aku pun melakukan hal yang sama dan menunjukkan perhatianku padanya, lalu mbak nanik mengambil tissue mengelap bibirku sambil meneruskan ucapannya “***, mengenai yang terjadi semalam, aku minta hal ini jadi rahasia kita saja, dan anggap saja itu kecelakaan yang tidak kita berdua harapkan”. terkejut, kecewa perasaanku campur aduk pada saat itu “tapi mbak! Aku se…”, “aku belum benar benar putus dengan pacarku” potong mbak nanik.

” aku berpacaran dengannya sudah hampir setahun, aku sangat menyayangi dan mempercayainya, dia mengambil keperawananku tepat sebelum kuputuskan dia, aku marah yang benar benar marah, kecewa dan hampir tidak percaya dia memaksaku melakukannya, tapi aku sadar bahwa aku salah ketika dia memutuskan pulang ke k3d1ri meninggalkanku”, aku terdiam tak bisa berkata mendengar kisahnya lalu mbak nanik meneruskan “maafkan aku membuatmu jadi pelampiasanku yang sangat merindukan mas arif, aku tak pernah berfikir akan sejauh ini keadaannya” lalu dia beranjak pergi kedapur untuk mengembalikan piring. Masih tertegun diriku mencoba mengingat dan mengolah setiap kata yang dia ucapkan barusan.

“setahun, huh! Hanya pria bodoh yang membiarkan santapan lezat seperti mbak nanik meskipun cuma sebulan. Sulit dipercaya” bathinku yang masih bingung harus berbuat apa.

Keesokan harinya kami berdua bekerja seperti biasanya, dihari yang sama terdengar gosib dalam satu pabrik yang dikarenakan banyak bekas cupang di leher mbak nanik, kudengar sendiri kawan kawan meledek mbak nanik “beh sampek kayak gitu kelakuan arif nik?” mbak nanik hanya tersenyum malu melawan ledekan teman temannya.

Yups, benar kawan kawan satu pabrik memang belum ada yang tahu tentang aku yang serumah/sekamar dengan mbak nanik. Karena sebelumnya mbak nanik pernah menyuruhku untuk merahasiakannya. Mbak kiki pun terlihat cuek tak mau tahu tentang kita berdua, aku pun merasa aneh dengan hal ini.

Pada awalnya hubunganku dengan mbak nanik menjadi luar biasa canggung karenanya, aku pun sempat pamit mau pindah ke kosanku yang lama tapi mbak nanik bersikeras menahanku untuk tetap tinggal di kontrakannya, tapi seiring berjalannya waktu hubungan kami kembali akrab, kami berdua berpura pura bahwa kejadian pada malam itu tidak pernah terjadi. Tapi terus terang sampai hari ini pun aku masih tidak bisa melupakan kejadian malam itu, malam dimana aku bisa menggapai kepuasan bersama seorang gadis cantik seperti mbak nanik.

Masih ingatkah kalian tentang pria bodoh yang kutuliskan diatas? Yah aku salah satunya. Tanpa sadar waktu berjalan hampir 2 bulan setelah kejadian itu. Selama ini kami melakukan aktifitas seperti biasanya. Kami masih bekerja di tempat yang sama, bercanda bersama teman teman satu pabrik tanpa membuat satu orang pun yang curiga mengenai hubungan kami, karena kuputuskan untuk memendam dalam dalam nafsu dan perasaanku terhadap mbak nanik, aku sadar mbak nanik masih belum bisa melupakan sosok mas arif, dan aku juga tau kehadiranku disini tak lebih sebagai teman untuk mengisi kehidupannya yang kesepian . Sejak waktu itu aku lebih sering ngocok sendiri di kamar mandi ketika aku merindukan kehangatan mbak nanik. Yah meskipun cuma lewat hayalan itu bisa sedikit membantuku menyalurkan hasrat yang tersimpan untuknya.
Setidaknya sampai saat itu…

Sabtu, 29 November 2008

Sekarang hari terakhir aku masuk sift pagi dan esok hari aku sudah masuk sift sore yang artinya aku mempunyai waktu yang panjang untuk, tidur. Seperti biasa aku pulang jam 15:00 wib kali ini aku pulang bareng mbak nanik, sesampainya di kontraan aku langsung tidur karena tadi dipabrik alatku rusak jadi hari ini aku lumayan capek dibuatnya. Ketika bangun ku lihat jam menunjukkan pukul 18:00 wib dan mbak nanik sedang sibuk menyetrika bajunya, kulihat diantara tumpukan bajunya terdapat baju bajuku sudah tersusun rapi disana. ” lo mbak, itu bajuku mbak yang nyuci tadi?

Sudah disetrika pula, kok repot repot to mbak mbak” tanyaku padany, “sekali kali ***, lagian aku tadi kasian melihat kamu dipabrik, capek kan” jawab mbak nanik sambil menyelesaikan lipatan bajunya yang terakhir. ” halah enggak dong mbak, sudah biasa itu” timpalku sok keren. “kalo nggak capek kita pergi nonton gimana? Sekali kali ***, mumpung malam minggu ini” ajak mbak nanik, ” huuoookeee siapa takut, tapi tunggu aku mandi dulu mbak” jawabku senang sambil beranjak pergi untuk mandi, dikamar mandi aku bersemangat sekali mendengar ajakan mbak nanik ” kesempatan buat pdkt ni” fikirku sambil mandi. Selasai mandi aku pun berhegas kembali ke kamar, “sudah selesai ***, cepet banget” tanya mbak nanik. “he he iya mbak takut bikin mbak nunggu kelamaan” jawabku padanya, “sihh omonganmu, tapi aku mandi dulu ya, gerah nih abis nyetrika” jawab mbak nanik sambil beranjak dari tempat duduknya.

Sambil menunggu mbak nanik selesai mandi, aku menyapu kamarnya dan merapikan setrika serta yang lainnya tak lupa aku juga menata baju bajuku yang disetrika mbak nanik di tempat pakaianku (kardus), setelahnya aku baru ingin memasang celana pensil ketika mbak nanik masuk ke kamar, aku langsung berbalik membelakanginya, “kamu sudah mau ganti baju ***?” tanya mbak nanik, “iya mbak” jawabku singkat sambil memasang kancing celana pensilku.

Tiba tiba mbak nanik mendekapku dari belakang, aku terkejut dan hanya bisa diam membatu, lalu mbak nanik menarik lengan kiriku pelan agar berbalik, aku melihat matanya menatapku dengan tatapan yang sampai sekarang aku tak tahu artinya “mbak” belum selesai aku bicara mbak nanik menutup mulutku dengan satu jari telunjuknya, aku memperhatikannya, dia nampak begitu berbeda, dia terlihat begitu bersih dan berseri, aura kecantikannya begitu memancar keluar.

Lantas dia membuka lilitan handuk yang menutupi tubuhnya, membiarkan tubuh sempurnanya terlihat olehku, aku pun langsung memeluk melepas semua kerinduanku padanya, “***, jangan pernah sakit hati padaku ya” ucapnya lirih, kulepas dekapanku “huh?”, lalu dia mencium bibirku dengan pelan, aku balas ciumannya dengan penuh nafsu kami berdua langsung berpelukan sambil berciuman cukup lama, lalu dia menggit bibirku agak keras yang membuatku melepas ciumannya karena terkejut, dengan tatapan nakal dia meraba dadaku, aku biarkan dia.

Lalu tangannya turun dan membuka celana pensilku. Terlihat kontolku yang ingin keluar dari celana dalamku, dengan pelan dia menarik cdku kebawah membebaskan kontolku yang sangat tegang, melihat mbak nanik berjongkok dihadapanku terlintas ide gila di fikiranku, aku membelai rambutnya sambil merayunya “di emut ya mbak <3 “, mendengar itu dia langsung menatapku dan tangan kanannya meraih kontolku, awalnya dia agak ragu tapi dengan perlahan dia buka mulut mungilnya dan berusaha menghisap kontolku “awwwwww” jerittku pelan ketika kepala kontolku terkena giginya.

Terlihat sekali dia baru pertama kali mengulum kontol seorang pria, tp mbak nanik cepat belajar, sebentar saja kontolku merasa nyaman dibuatnya, “sambil dikocok mbak” intruksiku padanya, sambil mengulum kepala kontolku dia mengocok pangkalnya dengan tangannya.

Tak tahan kedua tanganku untuk membantunya dengan menekan nekan kepalanya, “terus mbak, yang cepet, diisep mbak” racauku karena ulahnya sambil mempercepat gerakan tanganku yang memegang kepalanya, kedua tangan mbak nanik berpindah dipahaku untuk menahannya tersedak karena sesekali dia kudorong terlalu keras untuk menghisap kontolku. “ayo mbak” semakin cepat hisapan mulutnya semakin enak kontolku merasakannya dan “ugggghhh” kontolku sudah tak mampu lagi menahan kenikmatan ini, kutahan kontolku didalam mulutnya, dan CROOT CRROOOT tangan mbak nanik berusaha mendorongku tapi tak bisa karena kepalanya kutahan dengan kedua tanganku, “nikmatnya” dalam hatiku. Ini kali pertama aku memuntahkan sperma di mulut seorang gadis, tersadar mbak nanik menepuk nepuk pahaku akupun langsung melepas peganganku di kepalanya, “PLLUP” kontolku terlepas dari kulumannya, mbak nanik menutup rapat mulutnya dan menatapku dengan ekpresi bingung lalu “GGLK”…. “ditelan!” pikirku terkejut.
Lalu dia meraih handuk untuk membersihkan mulut dan lidahnya “mmummbb…kurang ajar kamu ***, jijik tau” keluhnya lirih, aku pun langsuk berjongkok mendekatinya “maaf yo mbak” jawabku manja padanya. Setelahnya aku rebahkan dia di kasurnya, aku mengambil posisi diatasnya.

Tak perduli dia habis menelan spermaku tadi aku langsung melumat bibirnya untuk menunjukkan sayangku padanya, kami berciuman cukup liar. dengan kedua tangannya dia memegang pundakku. Kurasakan dia membuka kakinya lebar lebar dan menggesek gesekkan memeknya di kontolku. Kulepas ciumannya dan kugoda dia “udah ga kuat ya mbak?”, menahan senyum dia menjawab “ayo cepet ***”. Tapi kali ini aku tak terburu buru , “bentar mbak” jawabku sembari meraba bukit kembar miliknya, ” he he , mbak nanik agak gemukan, pasti sudah lupa sama mantannya” fikirku dalam hati.

Yah memang benar mbak nanik terlihat terlalu sehat, bahkan teteknya pun agak bertambah besar meski samar bisa kulihat guratan biru halus pada teteknya, “jangan diliatin aja!, isep dong” pintanya padaku yang dari tadi terpukau oleh bukit milik mbak nanik yang menjadi gunung. “ah mbak yang lagi BT, birahi tinggi” godaku yang lalu melahap teteknya.

“aahhsss” desahannya semakin terdengar olehku yang menggigit mesra putingnya. Kuremas remas kedua teteknya dan kumainkan lidahku di putingnya secara bergantian, ku usap usap, kuhisap, kuputar putar dan kadang ku gigit gigit kecil putingnya yang keras dan memerah. Mbak nanik hanya bisa mendesah dan merangkul leherku dengan tak teratur, lagi lagi memeknya dia gesek gesek ke kontolku sehingga hampir aja kontolku masuk ke memeknya yang telah basah, tapi aku segera sadar dan lekas mencabutnya, aku pun tertawa kecil melihat kelakuan mbak nanik, melihatku menertawainya mbak nanik tersipu “teggggaaaaa kamu ***” sambil memencet hidungku dengan tangannya.

Lalu aku turunkan sapuan lidahku ditubuhnya. Dan sampailah di daerah bawah pusarnya, dia pun langsung membuka lebar lebar kakinya dan menahan lututnya dengan kedua tangannya.

Kali ini dapat kulihat memeknya menganga merah dengan jelas, karena penasaran aku buka memeknya lebar lebar dengan kedua tanganku, sehingga membuat lubang kenikmatan mbak nanik terlihat bahkan sampai bagian dalamnya, setelahnya aku tertarik dengan kelentit kecil yang berdiri menantangku, aku pun langsung mencubitnya dengan bibirku “Aaaaahhhhhhhh *** “kedua pahanya langsung menghapit kepalaku tak kuasa menahan kenakalanku, terus kumainkan lidahku di area intim mbak nanik, tubuhnya menggeliat seperti cacing kepanasan, sesekali dia menjambakku lalu meremas teteknya sendiri, sprei yang tadi baru kurapikan langsung berantakan dibuatnya karena merasakan permainan lidahku, ” ssssshhh aaahh” ssssaahhh *** sssaaaha AAAAAhhhh” tubuhnya kaku lalu bergertar hebat, kurasakan cairan yang agak asam asin mengalir dari memeknya, dan seperti dibutakan oleh nafsu langsung kulahap cairan itu. Setelahnya aku sejajarkan posisiku dengannya, ku tunggu mbak nanik lebih tenang dengan lembut dia usap wajahku.

Aku kembali menciumnya dan dia balas ciumanku, dan sambil berciuman aku arahkan pelan kontolku yang tegang ke arah memeknya, dirangkulkan kedua kakinya dipinggulku dan mengangkat pinggulnya lalu, BLLEESS kembali kontolku tertanam di memeknya mbak nanik “aawww” jeritku karena digigit mbak nanik, kurasa aroma darah dimulutku, “makanya pelan pelan masukinnya ***” jawab dia tak mau disalahkan, tapi aku rapo po, aku masih berkonsentrasi pada sensasi memeknya mbak nanik yang berbeda, kurasakan memeknya lebih hangat dari yang dulu, ribuan uratnya lebih aktif mengurut kontolku.

Masih dengan memandangi wajah mbak nanik aku belai rambutnya, dia usap usap pundakku dengan kedua tangannya, dan kumulai gerakanku dengan lembut , “aahhkk ssshhhh hhaaah” racaunya sambil menarikku berusaha mendekatkan wajahku dengannya, mulut mungilnya menganga mengajakku berciuman tapi tidak aku ladeni, aku hanya menatap matanya dalam dalam, mbak nanik pun juga menatapku, kami bertatapan cukup lama sampai aku tambah kecepatan gerakanku ” aahh, aahh, aahh, aahhh” desahan mbak nanik sambil memalingkan muka sebentar dan kembali menatapku, kutambah lagi kecepatanku, kali ini dia tahan desahannya dengan menggigit bibirnya sendiri dan sekmakin tajam dia menatapku, sekali lagi kutambah kecepatan.

goyanyanku dan kali ini tidak teratur karena aku juga sudah tak tahan lagi merasakan kenikmatan memek mbak nanik, kali ini nafas mbak nanik begitu cepat dia memejamkan mata, mencakar pundakku dan “sssshhhhhhAAAAAAHHHHH” jeritannya diikuti tubuh yang bergetar hebat karena orgasm, tak kuasa menahan jepitan memeknya yang begitu kuat aku pun mencapai klimaks, dengan sekali hentakan keras aku hujam memeknya dengan kontolku dalam dalam. “AAAHK” suaraku puas merasakan setiap sperma yang keluar dari kontolku memenuhi memek mbak nanik, “ugh, ugh, ugh, ugh, ” mbak nanik seperti tersedak karenanya. Masih kutahan kontolku di memeknya aku menunggu mbak nanik tenang.

Kami kembali bertatapan dan berusaha menenangkan nafas kami. “**… huh, huh, maafin aku ya” ucapnya lirih, “ngomong apa to mbak” jawabku lalu menciumnya. Kulepas kontolku dari memeknya dan berbaring disisi kirinya. badan kami berdua penuh keringat, padahal kami baru saja mandi. Mbak nanik memiringkan tubuhnya menghadapku, dia usap keringat didadaku dengan tangannya , dia menatapku seperti sedang memikirkan sesuatu, melihatnya aku pun bertanya “kenapa mbak”, dia hanya tersenyum kecil mendengar pertanyaanku “gag ada apa apa ***”, aku sempat bingung melihat sikapnya, lalu mbak nanik menyandarkan kepalanya di pundakku dan memelukku, tidak pernah kurasaan perasaan damai seperti ini, seakan akan aku berada di surga dengannya
Lalu kurasakan tangannya meraba dan turun memeriksa kontolku, dengan tangan kanannya dia meremas kontolku dengan keras” masih berdiri aja punyakmu ***” kata mbak nanik, “he hehe he mungkin kurang dia mbak” jawabku padanya.

Lalu dia berpindah diatasku dan menduduki perutku kerasakan kontolku terdorong belahan pantatnya, “aw, ketekuk mbak” keluhku yang berusaha bangkit membetulkan posisi kontolku, tapi dengan kedua tangannya mbak nanik mendorong pundakku mencegahku, dia angkat pinggulnya dan sambil membungkuk dia melihat posisi kontolku, bisa kulihat spermaku yang menetes keluar dari memeknya.

Setelahnya dia masukkan kontolku kedalam memeknya, “awwhhhhh” desahku menahan rasa geli dari kontolku yang sensitif, “biasah aja ***” kata mbak nanik, “ngilu mbak” jawabku singkat, dia hanya tersenyum mendengar jawabanku. Lalu dia mulai ronde kedua dengan goyangannya, dia putar putar pinggulnya diatas tubuhku, aku hanya bisa pasrah menahan ngilu pada kontolku, “aaahhh, aahhh” desahannya lirih, aku gapai kedua teteknya dengan kedua tanganku, seperti berpegangan aku meremas kedua teteknya , lalu dia rubah gerakan pinggulnya naik turun, “huhhh, huhhh, huhhh, huhhh” suara deru nafas kami bersautan, aku cubit kedua putingnya dan menariknya ke arahku , tangan mbak nanik yang tadi dipundakku langsung menggenggam menahan tanganku, aku sekarang bisa berganti posisi duduk ketika mbak nanik menggenjotku, dia rangkulkan tangannya di leherku, dan aku dengan tangan kananku menahan posisiku dan tangan kiriku meremas teteknya, “sssshhhaahh, ahhh, ahhh” mulut kecilnya mulai meracau padaku, aku lahap leher indahnya dengan mulutku sambil kubantu menggoyangkan pinggulku.

Gerakan kami berdua bersambutan memberikan sensasi nikmat yang luar biasa, kontolku kembali merasakan setiap kehangatan memek mbak nanik, keringat mengalir deras dari tubuhnya semakin membuatku bersemangat menggoyangnya “aaahh, ssahha, aahhsss, aahh” racaunya semakin tak jelas dia memelukku dengan erat dan menghentikan goyangannya pasrah merasakan hentakan hentakan dari kontolku,”AAAAHHHHhh***!” tubuhnya kembali berguncang hebat dan “SLRUUP; SLRUUP” cairan hangat dua kali keluar dari memeknya membasahiku mengalir di atas kasurnya. “masak udah besar ngompol” godaku padanya, “huuh, huuh, huuh, huuuh” dia hanya mengatur nafasnya tak menjawab, ku usab keringat diwajahnya, “masih sanggup mbak” tanyaku padanya, “huuhh, huuhh, kamu yang diatas ***” jawabnya terengah engah kami pun pindah posisi.

Aku sebetulnya kasihan melihat mbak nanik yang begitu lelah tapi karena tangannya masih meraih kontolku dan menuntunnya kememeknya semua rasa kasihanku berubah menjadi nafsu, BLLLESSS sekali lagi kontolku memenuhi memek mbak nanik, sebelum kumulai aku bertanya padanya “mbak udah siap”, dia meraih kepalaku mengajakku berciuman.

Dan kumulai gerakan pinggulku dengan kecepatan tinggi “mmmmbb aaahh, aahh, aahh, ah” suara mbak nanik setelah melepas ciumanku, aku terus menggenjot lubang memeknya dengan cepat ” aahh, ahh, ahh” semakin menggila karena desahan mbak nanik, “ssshh cee,,,ppeet ***” racau mbak nanik sambil memeluk tubuhku dengan erat, semakin cepat gerakan kontolku menghajar memeknya dan “ssshhhhaaa ber….hhhhenti ***!” terikan kecil mbak nanik dibarengi tubuhnya yang bergetar saat memelukku.

Tapi tak kuhiraukan ucapan dia dengan terus menggenjot memeknya, remasan memek mbak nanik ketika orgasm menambah kenikmatan ketika ku genjot dia “PYAK, PYAK, PYAK, PYAK” cairan memek mbak nanik menimbulkan bunyi ketika kontolku bergerak naik turun di memeknya “tahan ya mbak, bentar lagi punyakku juga hampir” ucapku padanya, dia hanya diam tak melepas pelukannya, tak lama kemudian “ssss aah, aah, aah” desah dia sambil melepas pelukannya padaku, kulihat dia memejamkan mata pasrah kepadaku, aku terus menggenjot dia sekuat tenaga “ssshhh cepet *** aku udah hampir” aku gigit dan hisap lehernya sambil terus memompa kontolku,, ” ******* aku kelluu,,,wwaarrhh” gerakanku menjadi tak teratur merasakan kenikmatan yang tidak bisa kutahan lagi “mbakk aku jugaaa” CRRROOT CRROT” kembali kontolku memuntahkan seperma di memeknya, kurasakan denyutan kontolku didalam kehangatan memek mbak nanik
“hhaaahhh” nafas panjangku merasakan kepuasan lahir dan batin, kulihat sesekali tubuh mbak nanik bergetar sedikit merasakan kenikmatan yang ku berikan, dia masih kesulitan mengatur nafasnya, matanya terpejam merasakan sisa sisa orgasmnya.

“mbak, aku sayang sama mbak” ucapku sambil mencabut kontolku yang mulai lemas dari dalam memek mbak nanik. Lemas sekali rasanya lututku, langsung rebah aku disamping mbak nanik, aku memeluk dan menciumnya, tapi segera dia mendorongku karena masih susah mengatur nafasnya, aku hanya melihat dia disampingku, tak lama kemudian mbak nanik yang memelukku dan menjadikanku seperti gulingnya “emang enak dipeluk gini, berat tau” ucap dia, aku membelai belai rambutnya sampai kami berdua tertidur

Koleksi Cerita Seks Kisah Nyata | Keesokan harinya sekitar jam 10 aku dibangunkan mbak nanik yang sudah berdandan rapi “***, bangun, anterin aku keterminal” , “terminal? Ngapain mbak?” tanyaku sambil mengusap mataku, “aku tadi ditelfon sama ibuku dikampung, suruh pulang ada urusan penting katanya” jawab mbak nanik, aku melihat ransel dan kardus berisi pakaian pakaiannya, “la mbak balik kesini kan mbak?” tanyaku kuatir, ” halah paling 2-3hari ***, lagian barang barangku gag semua kubawa kan” jawabnya, masih belum mengerti kenapa dia buru buru sekali, dia menarik lenganku “ayo cepet mandi…”.

Aku pun beranjak dari tempat tidur dan kupakai handukku, sambil membuka pintu kamar aku kembali menggoda mbak nanik “mbak bagaimana yang tadi malam?” dia tersenyum dan “sudah, jangan inget inget yang ga penting, cepat mandi sana” sambil mendorong punggungku dan tangan kanannya mencubit pingggangku.

Di depan kamar kulihat ada mbak kiki sedang menyapu ruang tamu, aku hentikan candaanku bersama mbak nanik dan langsung pergi ke kamar mandi, sempat kulihat mereka mengobrol serius di sana.

Singkatnya aku mandi dan mengantarkan mbak nanik ke terminal [email protected], kami sengaja tidak masuk terminal dan menunggu di warung dekat pintu keluar terminal untuk menghindari calo dan antrian bus, entah mengapa selama perjalanan dari kontrakan dia menggenggam tanganku terus, aku sempat menjadi GR dan mengira dia sudah jatuh cinta padaku, “mbak aku tu sebenarnya suka sama….” belum sempat kuteruskan ucapanku mbak nani memotong “***, kamu itu bisa mencari cewek yang lebih baek dari aku, lagian kamu tu masih kecil buatku”,”tapi mbak!”,”udah itu busku sudah dateng” ucap mbak nanik sembari menunjuk bus yang menuju kesini.

Aku bantu mbak nanik membawa barang bawaannya dan mencarikan tempat duduk untuknya, aku pun lekas turun karena busnya memang mau berangkat, dia tersenyum padaku melalui kaca bus, aku hanya bisa melambai tangan ketika busnya perlahan berangkat “hati hati dijalan mbak” teriakku yang entah bisa didengar atau tidak olehnya, dia melambaikan tangannya dan….
Menangis…

“HHOOEE PIIRRR, SOPIIIRRR BERHENTI HOOOE, j*nc*k BERHEENTIIII!, ” teriakku sambil berlari berusaha menghentikan bus yang terus melaju meninggalkanku
Langsung ku ambil hp dan menelfon mbak nanik. Panggilanku tak dijawab olehnya, kucoba lagi, dan entah berapa kali aku mencoba akhirnya dia angkat telfonku. Aku menanyakan bagaimana keadaannya, dia menjawab baik baik saja, sepanjang pembicaraan di hp dia lebih banyak menceritakan tentang hubungannya dengan mbak kiki, dia menyuruhku ramah padanya (selama aku tinggal bersama mbak nanik, hampir tidak pernah bertegur sapa dengan mbal kiki, karena dia kuanggap judes dan galak), nurut padanya.

pokoknya mbak nanik bilang nbak kiki itu orangnya baik ” baik baik kamu disana ***, makan yang teratur, kamu tenang saja aku akan cepat kembali kesini kok. Sudah dulu ya ada tukang tiket ni …. Tutt tuuutt” suara terakhir mbak nanik yang masih ku ingat sampai sekarang.

Waktu berjalan hari demi hari aku menunggu kabar dari mbak nanik, seminggu berlalu aku mencoba menghubungi mbak nanik lewat hp, tapi nihil nomernya sudah tidak aktif. Aku coba mencari kabar dari teman teman sepabrik tapi tak ada satupun dari mereka yang tahu keadaan mbak nanik, termasuk mbak kiki, setiap kali kutanya tentang mbak nanik dia selalu menjawab dengan kata tidak tahu. Aku sangat depresi saat itu, dan kurasakan waktu berjalan begitu lambat karena memikirkan mbak nanik

Satu bulan berlalu dan semakin aku putus asa dilanda kesepian yang mendera, apalagi sudah beberapa hari mbak kiki dan pacarnya tidak ada dirumah, aku lebih sering menghabiskan waktu diluar ketika sedang tidak bekerja.

Dan suatu hari di warung nasi langgananku.

“***, kamu disini?” suara mbak kiki yang menghampiriku yang sedang makan, “mbak, kapan datang?” jawabku sambil makan, dia melanjutkan “aku mencarimu karena kemarin aku dari rumah nanik”, “mmbbbhhh, mbak nanik!” jawabku yang kesulitan menelan nasi yang kumakan, “iya, kemarin aku menghadiri pernikahan nanik dan arif” jawabnya enteng, “MBBGGHHUKK, UGGHUK, UGGHUK,” aku tersedak mendengarnya, “me..menikah mbak?” lanjut tanyaku yang mencari air minum, “iya nanik nikah, dan dia juga bilang gag akan balik kesini ***”, aku terdiam mendengarnya lalu mengambil gelas berisi air putih untuk kuminum, “ada satu hal lagi yang sebenarnya dilarang oleh nanik untuk kuberitahukan padamu”, aku hanya menaikkan alis menjawab ucapannya karena aku sedang minum, dan ucap mbak kiki
“nanik hamil 3 bulan”
MBBBBLLLUUEEEERRRRRRRRRRR!…. UGGGGHHUUKKK UGGGHHUUKK….

TAMAT.

sampai sekarang aku belum mendengar kabar mbak nanik, sering kali aku bertanya pada mbak kiki dimana rumah mbak nanik, tapt dia menolak memberitahuku.

Tapi buat apa juga, mbak nanik pasti sudah bahagia dengan keluarganya sekarang. Demikian para suhu cerita seks kisah nyata ini. Semoga berkenan di hati para pembaca, mohon kritik dan sarannya karena ini karya pertama nubie jadi sangat penting komentar para suhu disini sebagai masukan. Selain namaku, nama nama di cerita seks kisah nyata ini menggunakan nama samaran. Dan untuk para suhu yang mungkin berkenan meng-copas cerita ini saya mohon menyertakan tulisan.
“Ditulis oleh Maniak Pokie, forum semprot”

Distibutor Vimax Extender

1 Comment on Cerita Seks Kisah Nyata: Aku dan Mbak Nanik

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*