Distibutor Vimax Extender

Cerita Mesum Terbaru 2016: Maliboro Menggelora

Satu lagi bacaan cerita mesum terbaru untuk anda malam ini

Cerita Mesum Terbaru 2016
Cerita Mesum Terbaru 2016

Cerita mesum itu harus ada alurnya, normal, naik, puncak, turun, nah kecepatan naik/turunnya terserah. Penulis, mau secepat apa, tapi klo bisa dibikin mengayun, mau naik, ternyata turun lagi, gitu aja terus jadi ga langsung buru-buru ngentot. Nah semua kriteria itu terdapat pada cerita mesum terbaru 2016 berjudul “Malioboro Menggelora” ini. Yuk! Langsung saja disimak cerita mesum terbaru 2016 tersebut dibawah ini:

Cerita Mesum Terbaru 2016 – Maliboro Menggelora

Jam di pergelangan tangan kananku menunjukkan angka 5, matahari sudah mulai bersiap pulang ke peraduannya. Dan aku, masih berdiri di tepi jalan raya Magelang – Jogya menunggu bus patas yang lewat. Meski aku agak pesimis akan mendapatkan apa yang aku harap. Sudah hampir 1 jam aku berdiri di depan mall Arthos, menunggu bus patas lewat, namun nihil. Sudah seminggu aku menginap di hotel mewah ini, ada beberapa tender yang harus aku menangkan untuk perusahaanku. Dan di penghujung minggu ini, aku berniat liburan ke Jogya, sekedar jalan jalan menikmati suasana malioboro dan sekitarnya.

Koleksi Cerita Mesum Terbaru 2016 | Aku mayang, 27tahun, staff accounting di sebuah perusahaan kontraktor di Semarang. Tubuhku chubby, dengan tinggi 165cm dan bb 75kg, kulit sawo matang. Yang membuatku paling pede adalah payudaraku yang membusung, 38b, seringkali menjadi jarahan mata nakal para eksekutifku atau klien. Jujur sih, aku senang saat mata mereka mengerling nakal melihat ke dadaku, kubayangkan apa yang mereka bayangkan pada tubuhku. Hmmmhhh….. Membayangkannya saja membuatku libidoku naik. Hampir saja beberapa kali aku kehilangan normaku dan menerima ajakan indehoy mereka. Namun aku masih berusaha menjaga profesionalitasku dalam pekerjaan.

Hari ini pun aku menolak ajakan mereka untuk pulang ke Semarang bersama mobil mereka. Hanya berduaan dalam mobil? Apa yang bisa terjadi? Ngeri aku bayanginnya kalau akhirnya aku dibelokkan ke hotel oleh salah satu rekan atau bosku itu. Bukan… bukan karena aku gak doyan penis, tapi resiko yang harus aku tanggung jika berita aku “bisa dipake” menyebar ke seluruh karyawan, habislah mukaku menanggung malu.

Baca juga koleksi cerita mesum terbaru 2016 lainnya: Istri Pemain Kartu

Dan… akhirnya, terdamparlah aku disini. Di tepi jalan yang penuh debu, menunggu bus yang tak kunjung tiba. Bosan menunggu, aku berjalan ke arah minimarket, niat hati ingin membeli minuman sekedar pendingin tenggorokan. Kering kali rasanya aku tak minum satu jam an ini. Kutarik koper berodaku ke arah minimarket, tak jauh dari tempatku menunggu bus. Kira2 15 meter sebelum sampai minimarket, perhatianku tertuju pada seorang lelaki dengan bodi proporsional, tinggi 170an cm, bb sekitar 65kg, kulit pucat dan memakai jaket kulit. Dia sedang memakai sarung tangan di samping sepeda motor vixion merahnya. Kuperhatikan ada dua helm yang bersandar di motornya. Entah helm siapa.

Tak kupedulikan yang lain, aku iseng menghampirinya.

“Maaf mas, hendak menuju kemana? apakah sendirian?” tanyaku to the poin. Jujur aku paling susah basa basi.

“Ke Jogya mbak. Saya sendirian. Ada apa ya?” jawabnya seraya bertanya padaku. Tidak dihentikan kegiatannya merapikan sarung tangannya.

“Saya kemalaman mas, boleh nebeng sampai Jogya gak mas? Dari tadi gak ada bus patas lewat..” ucapku dengan jujur. Mata lelaki itu membelalak sedikit, seolah tak percaya
.

“saya naik motor lo mbak.. gakpapa? Jogya dari sini masih sekitar satu jam an lagi. Mbak yakin?” tanyanya memastikan keinginanku untuk berboncengan dengannya.
aku mengangguk keras, menandakan keyakinanku untuk membonceng.

“saya mau jalan jalan ke malioboro mas, tadinya mau naik patas, tapi ternyata gak datang2. Gak mau saya naik bus ekonomi, trauma saya mas. Pernah kecopetan” jawabku menyakinkannya.

“Ya sudah…. mbak bisa pakai helm adik saya, kebetulan saya baru saja menjenguk adik saya di ponpes, saya kira adik saya mau ikut pulang sama saya ke Jogya, ternyata tidak boleh pulang sana ustadzahnya” katanya sambil menyodorkan helm putih pink kepadaku.
Aku tersenyum menyadari bahwa dia bersedia memboncengku sampai jogya. Dan akhirnya aku terbebas dari rasa menunggu bus patas yang entah kapan datangnya. Selepas dia memakai masker dan helm, dia menaruh koperku di depannya, dan menungguku selesai memakai helmku. Tiba tiba dia menjulurkan tangan kanannya, mengajakku bersalaman.

“Arya” katanya seraya menjabat tanganku. Dia menggenggam tanganku erat, terlihat kokoh dengan pergelangan tangan yang kuat. Aku menjadi penasaran apakah otot penisnya sekuat otot tangannya?
Otakmu mulai mesum…

“Mayang” jawabku sambil tersenyum sembari mencoba menggodanya. Kuamati badannya sangat atletis, minimal cowok ini rajin berolahraga. Otot dadanya terbentuk sempurna. Wajah orientalnya telah menawan hatiku sejak pertama kali aku menatapnya.

Aku beranjak duduk di belakangnya. Aku memakai celana bahan dengan setelah kemeja lengan panjang berwarna ungu muda yang sangat pas membalut tubuhku. Untungnya aku memakai tas kerja yang bisa dijadikan tas punggung, sehingga aku bisa dengan leluasa memeluk tubuhnya. Eh, duduk memboncengnya.
..

Sengaja aku rapatkan posisi tubuhku dengan tubuhnya. Kusandarkan payudaraku ke punggungnya, kedua pahaku menempel sempurna di kedua paha belakangnya. Kupegang kedua sisi pinggangnya. Sedikit berlemak, tapi hal itu membuatku menjadi horny.

Arya mulai memacu vixionnya ke jalanan. Aku menikmati perjalanan kami dengan semakin mendekatkan badanku ke badannya. Kudekatkan mekiku ke pantatnya, meski sebenarnya aku berharap itu bagian depannya. Ada jagoannya yang membuatku penasaran.

“Mau dianter ke mana May?” tanyanya tanpa embel embel mbak lagi.

“Ke Ibis Malioboro saja mas. Saya dah booking kamar disana” ucapku. Karena laju kendaraan yang kencang, kami harus mendekatkan bibir dan telinga kami agar jelas terdengar. Dan hal itu membuat payudaraku semakin ‘menekan’ di punggungnya. Duh gemesnya, pengen banget kucium itu pipi, jarak bibirku dengan pipinya kadang hanya 5cm saja saat kami bicara. Duhh… bisa gak tahan kalao kayak gini caranya.

“Gak ada saudara atau teman di Jogya?” tanyanya lagi dan membuat mekiku semakin menegang karena tekanan punggungnya di payudaraku, nafasku semakin memburu. Entah dia menyadarinya atau tidak.

“Ada sih. Tapi aku belum sempat menghubungi mereka. besok saja kalau sudah fix mau main” ucapku
.

Perjalanan selanjutnya kami lebih banyak diam, aku mengeratkan pegangan tanganku diperutnya yang rata, menikmati payudaraku yang menempel di punggungnya dan mekiku yang makin menegang. Terkadang aku usil mengelus perutnya, atau menyandarkan pipiku di punggungnya. Jaket kulitnya menjadi penghalang hangatnya tubuh kami berdua.

Dari dekapanku, aku merasakan hal yang sama terjadi padanya. Nafasnya mulai naik turun memburu.. aku hampir tak bisa menahan tanganku untuk mengelus penisnya. Memastikan apakah penisnya berdiri atau tidak.

Aku masih menahan diri untuk tidak mengelus penisnya. Meski mekiku sudah tegang terasa. Apa yang ada dalam pikirannya kalau aku langsung meremas penisnya di jalanan seperti ini? Kutahan tahankan tanganku agar tak berbuat yang aneh aneh.
Meski sejujurnya aku sudah gak tahan pengen ngeremes.

Perjalanan satu jam menjadi tak terasa saat tubuh kami saling memburu.
Sebentar lagi kami sampai di Ibis hotel. Langit senja sudah semakin merah, sekelompok awan gelap mulai mengikuti kami. Sepanjang perjalanan memasuki kota aku hanya memohon semoga hujan berbaik hati menunggu sampai aku sampai di tujuan baru turun menyapa bumi.

Doaku ternyata hanya sampai pada stasiun Tugu, karena selepas itu, hujan mulai pelan2 menyapa kami. Rintik rintik hujan satu demi satu hinggap di kemeja ungu mudaku. Dingin mulai merayap ke ragaku. Aku semakin erat memeluk tubuh kekar di depanku, sementara dirinya fokus mempercepat laju motor agar kami segera sampai di Ibis. Sebentar lagi… ya.. sebentar lagi kami sampai. Gedungnya sudah terlihat di ujung mataku.

Cerita Mesum Part II

++++
Yup.. Tepat sebelum hujan turun dengan lebatnya, kami sampai di depan lobby hotel. Aku bernafas lega, sembari turun dari motor, kemudian melepaskan helm.

“Untung dah sampai ya mas. Terimakasih banyak… ” ucapku pada Arya.

“Maaf lo may, bikin kamu kebasahan kek gini..” balasnya sembari memandang keseluruhan tubuhku dan sebagian basah oleh air hujan.

“Ihh apaan sih mas. Aku yang beruntung bisa dianterin ma kamu. Kalau gak, aku belum tentu nyampe di Ibis sekarang. Eh, bentar aku check in dulu. Tunggu dulu ya… ” kataku sambil berjalan memasuki lobby.

Setelah mengkorfimasi pemesanan dan lainnya, aku kembali keluar lobby, menemui Mas Arya yang tadi kuminta menungguku di Lobby Hotel. Namun begitu aku sampai di luar, yang kutemui hanya koper unguku, tanpa mas Arya. Pias rasanya dadaku kehilangan sosok yang aku kira mau menghangatkanku malam ini.

Aku tertunduk lesu, dengan enggan aku menarik ujung koperku masuk ke lobby hotel dan berniat naik ke kamarku. Malam ini sendirian deh, raungku. Ternyata tadi aku hanya ke ge eran saja merasa mas Arya bernafas memburu karenaku. Aku sedih, lesu karenanya. Tubuhku langsung terasa menggigil, aku harus segera mandi dan mengganti pakaianku.

Hingga sampai depan lift, aku masih lesu kehilangan mas Arya.

“May.. ” suara cowok membangunkan lamunanku, aku menoleh ke asal suara.

“Mas Arya ! mas kemana saja? Aku pikir mas pergi tanpa pamit tauk!” pekikku, gembira melihat sosoknya.
Dia hanya tersipu melihat aku begitu gembira melihatnya. Dia berjalan mendekatiku sambil tersenyum.

“Maaf, aku tadi kebelet pipis, satpam nyuruh aku parkir di basement sekalian pipis di bawah. Lalu aku naik ke lobby mencarimu” katanya.

“Hehehe… kebelet pipis ceritanya? ” godaku sembari mengerling. Mas Arya tersipu.

“Ya udah, baju kamu kan basah, buruan naik terus mandi. Lalu istirahat. Aku pamit ya, kamu jaga diri baik baik.. ” ucapnya serasa hendak berpamitan padaku.

“eh, diluar Hujan masih deres banget loh. Pakai mantol juga bakal basah kali mas. Tunggu reda dulu kalau mau pulang” ucapku berusaha menahannya

“Iya juga sih” ucapnya sembari berfikir menimbang nimbang.

“Tungguin di kamarku aja, lumayan hangat. Sepertinya hujannya masih lama loh mas… ” ajakku sembari masuk ke lift. Mas Arya masih ragu untuk masuk ke lift. “Ayo mas… masuk… ” ucapku setengah menyuruh.

“Memangnya di kamar ada penghangatnya?” tanya mas Arya sambil masuk ke lift. Kutekan tombol 7 dan pintu lift mulai menutup.

“Adalah mas.. penghangatnya bisa kentut pulak..” jawabku sembari menggodanya. Aku ragu mas Arya gak ngeh sama kodeku. Kulihat mas Arya mengernyit selidik ke arahku.

“Bisa kentut? bau gak kentutnya?” tanyanya mulai mengerti arah pembicaraanku.

“Bau lah… bau banget. Ntar cobain sendiri yah” kataku sembari keluar dari lift.

Mas Arya mengikuti dari belakang sembari membawa koperku. Aku berjalan mendahuluinya mencari kamar nomor 717. Kamarnya ternyata berada di pojok lorong, aku segera mengibaskan kartuku di depan pintu dan lampunya berubah hijau, kemudian aku menekan gagang pintu dan membukanya.

“Silahkan masuk mas..” kataku mempersilahkannya masuk. “Anggap kamar sendiri ya mas, aku dah gak tahan nih mas mau pipis”

“Hahaha, iya.. makasih May” kata mas Arya geli karena kami sama sama menahan pipis tadi.

Sehabis pipis, sebenarnya aku berniat mandi karena tubuhku sebagian basah. Karena itu aku keluar dari kamar mandi untuk mengambil peralatan mandiku.

“Mas, Aku mandi dulu yah, dah dingin banget nih.. ” ucapku pada Mas Arya yang sedah menaruh jaketnya di gantungan, badannya hanya berbalut t shirt polo abu abu yang membentuk badannya. Sial, aku tergoda pada dada bidangnya. Aku melirik mencuri pandang pada badannya sembari mengambil peralatan mandiku.

“Iya May, buruan mandi.. Nanti masuk angin loh kalau gak mandi” katanya sambil menatap ke seluruh pojok kamar. “may… ”

“hmmm… ” kataku sambil pengambil pakaian dalamku buat ganti.

“Dimana penghangatnya yang bisa kentut? Kok aku cari cari gak ada?” tanya Arya sembari menghampiriku.

Aku… yang sedang konak karena dia. Tak kubuang kesempatan untuk menggodanya.. Aku mendekatinya, kami hampir tak berjarak, kutatap matanya dengan mata yang kusayu-sayukan.

“Ini mas.. Penghangatnya ada di depan matamu.. Masa mas gak liat? ” ucapku sambil meletakkan semua peralatan mandiku dan pakaian dalam gantiku ke lantai. Kubiarkan tatapanku hanyut dalam ritme nafasnya. Kudekatkan tubuhku, sehingga badanku menempel ke badannya, aku mendongak, masih menatap matanya. Kemudian aku tersenyum, namun Arya masih diam mematung.

Tangan kananku meraih lehernya, memintanya untuk sedikit membungkuk.

“Ar…yaa… ” ucapku parau, lebih ke ajakan untuk bilang ‘jamah aku mas..’. Arya sedikit menunduk, kuraih bibirnya dengan bibirku. Sebuah french kiss yang singkat. Namun aku yakin dengan taktikku. 1… 2… 3….

Kulepaskan tanganku dari lehernya, menjauhkan bibirku dari bibirnya. Dan aku mundur selangkah ke belakang. Tangan kanan Arya meraih tangan kiriku dan tangan kirinya meraih pinggangku, bibirnya mengunci bibirku dan menyergapku dengan buas. Yes! taktikku berhasil..

Arya melumat bibirku dan deep kiss.. Untuk beberapa menit kami saling mengeksplorasi mulut masing2..

Taktik kedua, kulepaskan ciuman kami dan aku berbalik hendak meninggalkannya ke kamar mandi.

Cerita Mesum Terbaru 2016 Part III

+++

Arya memelukku dari belakang, kedua tangannya meremas payudara ku dari luar bajuku. Kurasakan desah nafas arya di belakang tengkukku. Arya mulai meciumi tengkukku, kurasakan lidah Arya menari nari di belakang telingaku, membuat birahiku semakin naik dan menjadi jadi.

Tangan kanan Arya menyusup ke dalam bajuku, menjelajahi perutku, naik menuju ke payudaraku, tangannya menyusup ke dalam payudaraku, meremas dan memainkan putingku.

Jangan lewatkan cerita mesum sebelumnya, seperti: Kisah Sang Tukang Ojek Online

Tangan kirinya membuka rilsleting celanaku, diturunkannya celana sampai ke kaki ku, hingga tinggal cd ku saja. Tangannya menyusup ke dalam cd ku, kurasakan jarinya memainkan bulu vaginaku, turun menjelajahi vaginaku yang sudah mulai basah.

Aku kemudian menolehkan wajahku, bibirku menemukan bibir Arya, bibir kami saling berpagut, lidah kami saling berkait, bertarung dalam birahi asmara.
Dibalikkannya aku, dan sekarang aku bisa melihat Arya dengan jelas, dia melepaskan baju dan celananya, dan aku melepaskan baju, bra dan cdku.
bibir kami berpagut lagi, saling mencium dan menyedot. Lidah kami saling bertarung dan bertaut, saling bertukar air liur. Aku menghisap lidahnya, dan Arya menghisap dan menyedot bibir bawahku. Ciuman bibir dan lidah yang saling bertaut menari di dalam mulut kami.

Aku hanya bisa melenguh dan mendesah.
“arghhhh…”desahku.

“oooohhh…arhhhh” desah arya hampir menyerupai lenguhan yang membuat birahiku tambah naik.

Sekilas kubuka mataku, melihat matanya yang terpejam menikmati ciuman kami dan kurasakan gelora birahi yang meledak ledak.

Tangan Arya meremas payudaraku, memainkan putingku, dipilinnya lebut dan digenggamnya dengan penuh payudaraku, sementara sebelah tangannya lagi membelai vaginaku.

Jarinya menggosok vaginaku, mencari klitorisku dan ditemukannya apa yang dicari oleh jarinya, kemudian dengan gerakan maju, mundur, berputar, digosok dan ditekannya klitorisku dengan jarinya.

“arkhhhhhh….”desahku penuh kenikmatan, jarinya sangat luar biasa memainkan klitoris ku dan kurasakan vaginaku sudah basah sekali.

Arya terus memainkan jarinya, dimasukkannya jari tengahnya ke dalam vaginaku yang sudah basah itu, perlahan kurasakan jarinya menyentuh bibir dalam vaginaku.

Kemudian kurasakan ada tekanan pada bagian atas dalam vaginaku, suatu pijatan nikmat, dengan sensasi depan belakang yang kurasakan.

Jarinya menggosok dan menekan maju dan mundur di dalam liang vaginaku.
sebelah tangan arya pindah ke belakang, meremas bokongku, dan bibir kami masih bertautan dengan lidah kami yang masih saling berkait.

Kurasakan suatu sensasi kenikmatan ketika gerakan jari arya menjadi kocokan dan jarinya memutar mutar di liang vaginaku.

Vaginaku serasa di goyang dengan suatu kenikmatan yang belum pernah kurasakan.

“arghhhhh….arya….terus….”desahku.

“nikmaaaatttttt….teruuusssss….”erangku.

Kocokan itu membuatku serasa berada di dunia kenikmatan.
Arya kemudian menghentikan kocokannya dan ciumannya, dia kemudian membopongku ke atas ranjang.

Ditengkupkan kedua pahaku, arya kemudian berjongkok di tepi ranjang, kemudian menciumi belahan dalam pahaku, menciumi dan menjilati pahaku. Aku merasa geli dan nikmat di saat bersamaan. Kemudian Arya menciumi bibir luar vaginaku, menjilati cairan kenikmatan yang keluar dari vaginaku.

Dijilatinya dan lidahnya kemudian menjilati bagian dalam liang vaginaku.
Sluuuurrrpppp…bunyi hisapan dan jilatan lidahnya.

Jarinya menyibakkan bibir luar vaginaku yang tembem, ditemukannya apa yang dicari.
Lidahnya menjilati klitorisku, menghisap dan menjilati klitorisku.
Aku serasa terbang di awang awang.

“Arghhhhh…. enakkk banget beb…” erangku sambil kujambak dan kutekan kepala Arya ke selangkanganku.

Arya terus menjilati dan menghisap klitorisku, jari jempol dan telunjuk kirinya menekan bibir vaginaku sambil lidahnya menjilati klitorisku.

Sementara jari tengah kanannya dimasukkan ke dalam liang sanggama ku, dikocok dan dikocok di dalam vaginaku.

“arghhhhh….”aku berteriak kenikmatan.

“teruuuuussssss….arghhhhhh….”erangku.

Aku benar benar dipermainkan oleh arya, dia sangat hebat, lidah dan jarinya membuatku serasa di langit ke tujuh.
Arya kemudian bediri, dilepaskannya cd nya sehingga nampaklah penisnya yang sudah tegang itu. Penis dengan ukuran panjang yang kutaksir 18cm dan sangat tegak itu menggodaku untuk menghisapnya.

Aku kemudian bangkit, menggenggam penis Arya, kuhisap dan kujilat kepala penisnya. Lidahku kumainkan di sekitaran kepala penisnya, jariku kemudian membelai dan meremas lembut buah zakarnya.

“Arhhhhh….”kudengar desah Arya. sekilas kulihat yang Arya mendesah kenikmatan. Matanya tertutup merasakan kenikmatan yang sedang kuberikan.

Kuhisap dan kukulum penisnya, jari telunjuk dan jempolku bersatu melingkar mengurut batang penisnya sambil kuhisap penisnya. Kuhisap dan kusedot penisnya, yang sudah basah oleh cairan pelumasnya.

“Arghhhhh….” lagi kudengar erangan Arya, membuatku serasa berkuasa atas pria tampan ini setelah dia tadi membuatku serasa melayang di langit ke tujuh.

Tangan Arya membelai rambutku dan kemudian menekan kepalaku agar aku semakin cepat mengulum penisnya.

“Arrgggrhhhhh….ayo sayang….arggghhhh…” erang Arya.
Sesaat kemudian aku menghentikan kulumanku, dan Arya melihatku dan mengerti apa yang kuinginkan.

Arya membaringkan aku ke ranjang, diangkatnya kaki kananku ke pundaknya, dan kaki kiriku melingkari pinggangnya. diarahkannya dan dimasukkannya penisnya ke dalam vaginaku.

slreepp….bunyi kocokan penis Arya di dalam vaginaku.

Arya memompa penisnya dengan irama pelan, kemudian ritme itu bertambah cepat, bibir kami saling bertemu dan berpagut, lidah kami bertemu dan berkait. kocokan dan goyangan penis Arya sangat memberiku kenikmatan.
Kurasakan diriku dipenuhi oleh Arya. Setiap hentakan dan kocokannya memberiku sensasi kenikmatan yang belum pernah kurasakan.

“arggghhhh….” erangku dengan keras.
Tangan kanan arya meremas dengan kencang payudaraku, kurasakan kenikmatan demi kenikmatan dari hujaman penisnya.

Arya terus memompa dengan kecepatan tinggi dan aku merasakan kenikmatan yang luar biasa.

Otot-otot panggulku serasa menegang, jepihan pahaku kencang, aku menjepit pinggang nya dan kurasakan seluruh badanku semakin tegang dan mau meledak….

Badanku seperti tersedot ke atas, menegang dan menekan, vaginaku kurasakan menjepit penis Arya dan setiap gesekan penisnya memberi kenikmatan luar biasa.

“arhhhhhh….aryyyyyaaaaa….”aku setengah berteriak kenikmatan.

“arhhhhh….”erang arya.
arya melepaskan spermanya, menyiramkan spermanya di dalam vaginaku, kurasakan cairan hangat mengalir dalam vaginaku dan kurasakan kenikmatan luar biasa, orgasmeku setelah untuk beberapa lama aku tidak bercinta dengan siapapun.

Aku kemudian melepaskan jepitan kakiku, ketegangan seluruh badanku berubah menjadi lemas, aku dan arya sama sama kemudian berbaring berdampingan. Melepaskan desah2 ngos2an karena terkuras lemas…

Arya memelukku sambil menciumi bibirku.Kupeluk dia sembari menciumi bau khas badan lelaki… Damn it! bikin konak lagi. Kulepaskan ciuman kami, kujikati daun telinganya sembari berbisik
..

” terimakasih sayang…. ”

Aku terbangun pukul 9pm, diatas dada Arya. Dia masih terlelap dengan pulasnya, diiringi dengkuran khas seorang pria. Kami sama sama tertidur setelah orgasme bareng. Hihihihi…. Geli bayanginnya aku dapat boncengan dan penis di penghujung minggu ini.

Tanpa sehelai benang pun di tubuh kami, hanya berpelukan, sudah cukup hangat rasanya. Aku beranjak bangun, kemudian menuju kamar mandi, masih dengan keadaan tanpa baju. Kuhidupkan air hangat untuk mengisi bathub dan aku duduk di toilet, mengeluarkan air kencing dan sisa2 air mani serta lendir yang telah mengering.

Kubersihkan semua yang menempel di selangkanganku dan sekitar vagina. Kusemprot dengan air selang yang deras. Duh, baru terasa kotor sekali, seharian belum mandi, nempel debu, belum bersihkan make up, udah main keringat aja. Pantas sekarang berasa tebel banget daki nya.

Sembari menunggu air di bathup penuh, aku memakai handuk dan menuju telepon kamar, memencet nomor restaurant dan memesan dua piring nasi goreng seafood kesukaanku. Sudah lewat jam makan, tapi perut ini belum diisi. Sapa tahu Arya terbangun karena lapar nanti.

Aku kembali ke kamar mandi, setelah kulirik Arya masih asyik mendengkur. Kuambil tas peralatan mandiku dan Kunikmati kesendirian di dalam kamar mandi. Aku menggantungkan handukku ke gantungan, kemudian menjepit rambutku dengan jepitan yang ada di dalam ras peralatan mandiku, mengeluarkan peralatannya dan mengambil lulur mandi.

Mulai dari ujung kaki kiri, kuambil lulur kemudian kugosok2an ke seluruh bagian kulitku. Kugosok2, sambil kupijat2, berulang2 sampai dakinya ikut bersama lulur yang kuusap. Kaki kiri sampai paha, lanjut kaki kanan, kemudian bagian perut dan pinggang. Lanjut bagian payudara dan leher. Terakhir aku gosokkan di kedua tanganku.

Selesai luluran badan, aku mencuci mukaku dengan facial wash dari wardah yang anti acne. Badan wangi, muka segar,, enak rasanya. Tak lupa aku gosok gigi dan membersihkan daun telingaku. Lalu kuhidupkan shower, kubilas badanku dan mencuci rambutku dengan sampo. Setelah itu kubalur rambutku dengan masker, dan aku masuk ke bathub untuk berendam dengan air hangat.

Enak rasanya, berendam dalam air hangat, menghilangkan semua penat2 di badan. (Bersambung)

Catatan penulis cerita mesum diatas:

ayo dikritik dulu… baru dilanjutin… biar gak jadi cerpan nangung, bagus enggak, jelek banget juga enggak….
makasih sarannya om yan. ane perbaikin dolo… yang lain ditunggu…
#sengaja bikin kentang
#edisi balas dendam gegara kentang baca cerpannya om shinn….

Distibutor Vimax Extender

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*