Distibutor Vimax Extender

Cerita Birahi Bergambar: Siapa Suruh Sering Ninggalin Aku?

Sebuah Cerita Birahi Paling Seru yang Berkisah Tentang Perselingkuhan tak Terduga

Cerita Birahi Bergambar Terbaru
Cerita Birahi Bergambar Terbaru

Catatan Penulis Cerita Birahi Bergambar (via semprot): Hai ane sanji vinsmoke penulis abal abal ingin memberikan sebuah cerita birahi yang seru. Rencananya cerita birahi ini akan ane bagi 3 part aja jadi nggak cocok buat masuk cerbungkan dan bakalan diupdate tiap 2hari. Ane agak kesulitan buat nyari sf yang cocok makanya ane post disini.. harap maklum.. Oh iya cerita birahi ini ane buat karena dapet tantangan dari quadralean91. Dan gambar mulustrasinya adalah si sexy miss quadralean91 aka bininya. Jadi ane harap nggak usah ngequote cerita birahi seru ini ya, koment aja.. Anggaplah semacam featuring gitu hehe.. udah nggak usah panjang lebar here we go!

Cerita Birahi Bergambar – Siapa Suruh Sering Ninggalin Aku?

“Sayang aku berangkat kerja dulu yah”

“Iya sayang hati hati yah”.

Namaku siska seorang ibu rumah tangga berusia 24 tahun, orang orang sering memuji kecantikan dan kesexyan tubuhku. Sedangkan yang berpamitan padaku adalah Doni suamiku yang berusia 26 tahun. Kami baru saja 2 tahun menikah.

Hari ini seperti biasa aku harus mengantarkan suamiku menuju bandara. Pekerjaannya sebagai seorang bisnisman membuatnya selalu pergi keluar kota meninggalkanku bersama beberapa orang pembantu dan satpamku dirumah. Awalnya aku selalu merasa kesepian apalagi saat libidoku sedang meninggi membuatku kadang melampiaskannya dengan dildo berwarna pink milikku. Namun beberapa bulan kemudian aku tak merasakan hal itu lagi karena aku kini dikelilingi pria pria yang siap memuaskan nafsuku dirumahku, mereka tak lain pembantu, tukang kebun dan juga satpam di rumahku. Ditengah perjalanan pulangku, aku kembali terjebak macet. Didalam kemacetan ini fikiranku melayang mengingat kembali awalmula saat aku disetubuhi oleh pembantuku.

Awalnya saat itu Doni suami sedang berada diluar kota, saat malam hari ditengah gemuruh hujan aku yang sedang memakai babydoll hanya bisa meringkuk didalam selimut. Sudah lebih 3 bulan aku tak disentuh oleh suamiku itu. Karna tak dapat tidur akibat takut akan gemuruh guntur dan kilat, aku kemudian mengambil handphoneku dan menonton video persetubuhanku bersama suamiku.

10 menit video itu kutonton kurasakan birahiku kembali meninggi, sambil menonton terkadang aku meremas payudaraku yang tertutup oleh babydollku ini, putingku kurasakan sudah menegang akibat nafsuku yang kian memuncak, terkadang putingku kupelintir membuatku merasakan sakit namun nikmat. Aku kemudian melorotkan tali penyangga babydoll ku sehingga kini payudaraku terpampang bebas karena aku tak memakai bra. Kuludahi sedikit tanganku lalu kubasahi disekitar payudara kananku sambil membayangkan jika suamiku sedang mengulumnya.

“Ahh mas doni”, desahku .

Kini aku tak berkonsentrasi menonton video itu. Didalam selimut aku sedang meremas payudaraku. Aku lalu mendudukan diri diranjang sambil bersandar pada dipan ranjang. Kuletakkan handphonku, lalu tangan kananku yang pasif kuarahkan pada selangkanganku. Kuraba memekku yang masih tertutupi celana dalam berwarna biru itu.

Perlahan kuelus memekku sambil tetap aktif meremas payudaraku yang berukuran 36B. Mataku kadang terpejam karna membayangkan suamiku sedang mencumbuiku.

Tak tahan kulepaskan celana dalam yang menutupi selangkanganku menampilkan memekku yang sedikit berbulu tipis. Lalu kuraih dildo yang kusimpan dalam laciku. Ada berbagai macam dildo disana, hadiah dari suamiku. Ada yang pendek namun ada juga yang panjang, beberapa dildo berwarna pink sesuai dengan warna kesukaanku.

Cerita Birahi Seru
Cerita Birahi Bergambar

Sejenak kuletakkan dildo itu diatas tubuhku dekat dengan pahaku sambil memperbaiki posisi dudukku. Kubuka babydollku dengan menyingkapnya dari bawah tubuhku. Kini aku telanjang bulat dikamarku. Kulanjutkan masturbasiku lagi. Secara bergantian tangan kiriku meremas payudaraku bergantian kanan dan kiri. Sementara dildo kecil itu kumainkan dengan tangan kananku.
Kugesek perlahan ujung dildo itu ke memekku yang mulai basah, ada sensasi geli saat benda itu menyentuh itilku yang mulai membengkak.

“Uhh sshh ahh”, aku mulai mendesah keenakan.

Secara perlahan aku lalu mulai memasukkan dildo itu kememekku, kukocok perlahan menggesek bagian dinding vaginaku secara perlahan, oh begitu nikmat saat benda keras itu menyentuh bagian bagian sensitif didalam memekku. Peluhku mulai bercucuran akibat panas tubuhku yang kian meningkat.

Tak lama kemudian aku mulai mempercepat kocokanku, lendir yang keluar dari memekku makin banyak akibat rangsangan dildo itu. Terkadang kepalaku mendongak membayangkan jika konti suamikulah yang tengah menggenjotku.

“Uhh ahh mas terus mas genjot memekku”, aku mulai meracau.

Semakin lama tangan kiriku yang sedang meremas payudaraku kuhentikan. Kuarahkan tangan kiriku itu untuk mengelus itilku. Oh sungguh nikmat, kocokan tanganku makin liar, pinggulku ikut berayun menyambut dildo yang sedang keluar masuk didalam memekku. Lama kelamaan kurasakan orgasmeku kian mendekat.

“Ahh ahh mas doni, siska bentar lagi keluar say ohh iya sodok terus uhh uhh”.aku mengerang menyebut nama suamiku.

Dan kemudian kurasakan dari ujung kakiku kian menegang terus naik hingga kepahaku. Selangkanganku kian kubuka lebar agar dildo itu makin lancar keluar masuk didalam memekku. Lalu akhirnya klimakskupun kuraih sambil memejamkan mataku.

“Ahhhh akkkuu dappett saayyy oughh uhhh”, tubuhku berkelojotan diatas kasur, tubuhku seakan melemas, tak mampu bergerak. Nafasku tak beraturan karna klimaks yang kuraih.

Saat nafasku mulai teratur dan puncak orgasmeku mereda, kubuka mataku, namun apa yang kulihat hanyalah kegelapan padahal tadi terang benderang, apakah sedang mati lampu.

Jeggerr suara guntur mengaggetkanku, aku yang begitu takut akan gelap dan guntur langsung meloncat dari tempat tidurku sambil berteriak. “Kkyyaaaaaaa”. Namun naas aku tergelincir dan membuatku terjatuh, kakiku sedikit terkilir.

Tiba tiba saja pintu kamarku terbuka, masuklah tono pembantuku sambil membawa senter dan mengarahkan senter itu kearahku.

Aku yang sedang memegangi kakiku terkilir hanya diam saja, namun aneh kenapa tono hanya terpaku berdiri di depanku, aku mulai sadar jika aku sedang dalam keadaan telanjang bulat, yang pasti membuat tono terpaku melihat tubuh telanjangku.

“TONO KELLLUAARRR” bentakku padanya.

“Mmm maaf bu siska”, kata tono terbata bata lalu kemudian meninggalkanku sendirian dikamar ini. Kusambar celana dalam dan babydollku. Aku sedikit kesusahan saat berdiri. Aku kemudian dengan posisi duduk memakai celana dalam juga babydollku.

Kuambil minyak gosok dan sedikit mengurut kakiku. Aku lalu merebahkan diriku kembali ditempat tidur. Kuambil handphone dan headsetku lalu kuputar musik demi menyamarkan suara guntur yang keras diluar. Kuselimuti tubuhku dan tak lama kemudian aku tertidur.

***

Esok paginya aku terbangun, setelah sejenak mencuci muka dikamar mandi dalam kamar tidurku, aku lalu menuju lantai bawah bermaksud untuk mengambil air, saat akan memasuki dapur langkahku terhenti akibat mendengar pembicaraan dari dalam ruang makanku.

“Hah? Lo liat non siska telanjang ton”, suara kardi terdengar cukup keras.

“Huss jangan berisik tai ntar kedengaran lagi”, tegur tono.

“Beruntung banget lu ton, emang sih non siska sexy banget, gue aja sering ngaceng liatnya”,suara berat marten terdengar.

Kardi adalah tukang kebunku, sementara marten adalah satpam rumahku, mereka memang biasanya sarapan pagi pagi di rumahku, karna suamiku membebaskan mereka. Aku semakin merapatkan tubuhku ke tembok dan menajamkan pendengaranku mendengar pembicaraan mereka.

“Kasian yah non siska, sering banget ditinggal suaminya, andai bini gue dikampung kayak non siska mah bakalan betah gue.”, kata tono pelan.

“Hooh apalagi bini gue, badan udah melar kemana mana nggak enak banget diliatnya”, kata kardi.

“Enak yah punya bini, gue pengen banget punya bini euy, pengen ngerasain gituan juga”, kata marten yang disambut oleh tawa kardi dan tono.

“Hahahhah jadi lo belom pernah ngentot ten?”, kata tono.

“Haha aduh kasihan banget lo, badan aja paling gede, muka lo juga nggak ancur ancur amat kayak kita, masa belom pernah lo haha”, ledek kardi.

“Hah sudah ah gue mau jaga”, terdengar suara langkah marten keluar dari ruang makan. Aku lalu berpura pura berjalan menuju ruang makanku, sejenak marten terdiam lalu menunduk, ia mengucapkan selamat pagi padaku lalu kemudian berjalan keluar rumah.

Aku lalu dengan cuek berjalan disamping kardi dan tono yang tengah merokok dimeja makan. Kuambil gelas lalu meraih air minum. Kulirik mereka berdua yang memandangiku yang tengah minum, mereka memandangi belahan payudaraku. Ada sedikit perasaan aneh saat mereka memandangiku dengan penuh nafsu.

“Tono nanti temani aku kepasar yah, panasin mobil gih”, kataku pada tono membuatnya kaget.

“Kardi itu rumput di belakang udah agak tinggi rapihin yah pas nanti saya pulang harus udah beres”, yang disambut dengan jawaban kardi.

Aku lalu mengambil sepotong roti dan selai lalu memakannya, setelah itu aku kembali kekamar untuk mandi, seusai mandi kupakai baju kaos yang cukup ketat dan juga celana jeans ketat sehingga bentuk pantat dan payudaraku tercetak jelas, sengaja kupakai baju kaos yang kerahnya lebar agar belahan payudaraku yang tertutupi bra berwarna hitam dapat menyembul dan terlihat. Sejenak kupatut diriku dikaca melihat diriku yang memakai kaos putih, braku yang berwarna hitam samar samar terlihat, namun entah kenapa dalam diriku ingin sekali menggoda mereka.

Aku lalu menuju garasi, didalam mobil tono sudah ada menungguiku. Saat masuk kemobil sengaja kurendahkan tubuhku agar ia bisa melihat belahan payudaraku. Tono pun kuperhatikan hanya bisa meneguk ludahnya.

Sejenak aku tertawa dalam hati melihat wajahnya yang merah padam. Tanpa sadar ia memperbaiki posisi kontolnya yang terjepit dibalik celana gombrangnya.

Aku lalu menyuruh tono untuk menjalankan mobil, saat kami akan melewati pos satpam sengaja tono kusuruh berhenti. Aku lalu memanggil marten sambil berbasa basi untuk menjaga rumah, dengan posiisinya yang berdiri dan menunduk kebawah menatapku pasti ia dapat melihat belahan payudaraku.

Ada sensasi tersendiri menggoda para lelaki ini. Tak lama kemudian kami pun melanjutkan perjalanan menuju pasar. Sesampainya disana dan membeli keperluan dapur kami lalu kembali kerumah.

“Semalem kamu liat badanku yah tono”, tanyaku saat dalam perjalanan pulang.

“Hmm anu non itu nggak sengaja, saya kaget pas denger ibu teriak hmm maa maaf bu”, kata tono dengan terbata bata.

“Kamu nggak ceritakan ke yang lain soal semalam?”, kataku dengan wajah serius.

“Hngg ngg nggak kok bu serius”.

“Jangan bohong, atau kamu mau saya adukan ke suami saya?”.

“Sss sebenarnya udah non, ke kardi ama marten, mm maaf non”. Kata kardi dengan wajah bersalah sambil tetap berkonsentrasi membawa mobil.

Sesampainya dirumah aku segera menuju kamarku dan mengganti celanaku dengan hotpants karna kurasakan kakiku begitu kegerahan, setelah itu aku lalu menuju dapur dan memasak di bantu oleh tono.

Beberapa kali kulihat tono memandangi pahaku. Namun aku berpura pura tak memperhatikannya, sejenak kulihat kearah selangkanganya, bagian tengah celananya sedikit menggembung, pasti kontolnya ereksi akibat melihatku.

Usai memasak akupun bermaksud menuju kekamar dan sekedar tidur siang, sekitar sejam aku tertidur kurasakan ada elusan dipahaku. Kubuka sedikit mataku mengintip siapa yang berani mengelusnya. Tak kusangka tono yang memakai baju singlet dan celana pendeknya berani masuk kekamarku. Baru ingin kutegur, ia sudah mengeluarkan kontolnya, mungkin berukuran 15 centi, ia kemudian mulai mengocok kontolnya sambil meraba pahaku perlahan.

Melihat tono yang sedang mengocok kontolnya dengan ekspresi kenikmatan padahal ia hanya meraba raba pahaku saja membuat rasa marahku perlahan menghilang berganti nafsu, sudah 3 bulan aku tak melihat dan menyentuh kontol laki laki. Aku lalu memiliki sebuah ide gila dalam fikiranku

“Tono, sedang apa kamu”, kataku perlahan sambil menatapnya. Ia terjengkak dan buru buru memasukkan kembali kontolnya kedalam celana.

“Ma maaf non, saya jangan dilaporin non”,kata tono memohon.

“Nggak bisa saya akan laporin kamu, kecuali kamu mau nerima hukuman dari saya”, kataku

“Iya non iya, hukumannya apa non”.

“Buka celanamu cepat!”, perintahku pada tono, dengan malu malu iapun melepas celananya menampilkan kontol hitam beruratnya.

“Uu udah non”.

“Nah kamu buka celanaku”, kataku membuatnya kaget.

“Hah? Serius non?”, katanya lagi.

“Ya serius apa kamu mau saya laporin?”, bentakku.

Dengan perlahan ia mulai menarik hotpants yang kupakai. Kuangkat sedikit pantatku agar ia leluasa membuka celanaku. Ia lalu bangkit dan sejenak memandangi selangkanganku yang masih tertutup celana dalam.

“Kenapa ngelamun?”, tanyaku sambil tersenyum

Cerita Birahi Bergambar
Cerita Birahi Bergambar

“Mulus non”, pujinya padaku.

“Kalo ini kira kira mulus nggak?”tanyaku sambil menunjuk dadaku.

“Nggak tau non, saya belum liat”.

“Masa? Kan semalam udah liat?”.

“Itu anu non, kurang jelas hehe”, kata tono sambil terkekeh. Aku lalu membuka baju dan braku. Sengaja aku membelakangi tono agar ia penasaran. Aku lalu kembali berbaring sambil menutupi kedua putingku dengan tanganku.

Cerita Birahi Bergambar
Cerita Birahi Bergambar

“Gimana sekarang mulus nggak?”, tanyaku dengan nada menggoda.

“Mulus non tapi anu itu tangannya ngalangin”.

“Ya udah nih” kataku sambil melepaskan tanganku. Kini pak tono dapat melihat putingku yang berwarna kecoklatan. Tatapan matanya yang melihatku begitu bernafsu membuatku semakin terbakar birahi.

“Wah toketnya non siska gede euy, putih lagi.

“Makasih, nah sekarang untuk hukumanmu, kamu harus jilatin memekku sampe aku bisa orgasme kalo nggak aku bakalan laporin kamu, gimana mau?

“Jangankan ampe sekali orgasme neng, ampe berkali kali juga mang tono mau”, kata tono sambil merangkak menaiki tempat tidur dan mengangkangkan kakiku. Ia sejenak mengendusi vaginaku yang masih terbungkus celana dalam.

“Hmm memeknya non wangi mamang jilat yah”. Kata tono lalu menyibakkan celana dalamku kesamping, ia mulai menjilati bibir vaginaku.

“Ouggh mang uhhh”, desahku.
Jilatan tono begitu nikmat kurasakan, entah efek 3 bulan memekku tak ada yang mengoral atau karna memang dia begitu mahir memainkan lidahnya di titik sensitif memekku. Terkadang lidahnya menyeruak masuk ke dalam lobang memekku menambah sensasi nikmat yang kurasakan. Tono kemudian menghentikan jilatannya dan lalu dengan kasar melepaskan celana dalamku. Kini aku benar benar telanjang didepan pembantuku ini. Ia lalu kembali menjilati kembali memekku yang kurasakan cairan vaginaku mulai mengalir keluar bercampur dengan liur tono.

“Ahh terus tono uhh”.

“Iya disitu ah jilat itilku juga oughh enak”, aku mulai meracau karna keenakan.

Dengan liar tono mengulum itilku, menggigit kecil lalu menjilatinya lagi, ah orgasme kurasakan sebentar lagi. Kutekan wajah tono ke arah memekku, pinggulku menyambut tiap desakan lidahnya.

“Uuugghhhhhhh”, aku melenguh, pinggulku terangkat cairan orgasmeku sedikit menyemprot membasahi wajahnya yang kubenamkan dimemekku.

Saat orgasmeku mereda. Ia mengangkat kembali kepalanya dari selangkanganku. Aku hanya tersenyum puas melihat wajahnya yang merah padam.

“Sekarang kamu tiduran”, kataku menyuruhnya membaringkan diri disampingku. Aku lalu mencium bibirnya dengan bibirku yang sensual, awalnya ia sedikit kelimpungan membalas ciumanku. Lidah kami saling beradu.

Tak lama kemudian aku lalu bangun dan mengambil posisi 69 dengannya,kini kontolnya tepat berada didepan wajahku, kumainkan lidahku menjilati kepala kontinya secara melingkar. Terkadang kuciumi kontolnya sambil mengocoknya perlahan. Aku lalu mengulum kontolnya, terkadang kuhisap kuat kuat, membuatnya mengerang kenikmatan.

“Aduhh non enak banget, sedotannya maut ahh”, erangnya.

Tono pun tak tinggal diam, ia menusuk nusukan jarinya ke memekku, mengorek ngeoreknya mencari Gspot ku. Setelah tono menemukannya, ia lalu mengeluar masukan jarinya itu sambil menyentil Gspotku., karna perlakuannya itu akupun makin liar menaikturunkan kepalaku yang sedang mengulum kontolnya.

Cerita Birahi Bergambar
Cerita Birahi Bergambar

Rasa gatal dalam memekku membuatku kini tak tahan, kutarik pinggulku dari wajahnya, kini kuposisikan selangkanganku tepat diatas kontolnya yang tegak mengacung, kugesekan kepala kontolnya di memekku, menambah sensasi nikmat, tak ingin berlama lama, kutuntun batang berurat itu memasuki liang kenikmatanku.

“Ougghhhh”, aku dan tono bersama sama mendesah saat kelamin kami bersatu.

“Aduh non memeknya sempit banget euy”,

“Ahh ahhh uhh”, tak kuhiraukan kata kata tono karna aku sedang sibuk menaiktuurunkan pinggulku mengocok kontol tono dalam memekku.

“Aduh non uhh mimpi apa saya, ahh uhh bisa ngentotin non siska”.

“Mimpi uhh oughh kejatuhan memek uhh ahhh”, kataku asal asalan

Tono pun mulai aktif menyodok memekku dari bawah yang kusambut hujamanku dari atas, oh akhirnya, selama 3 bulan bermain dengan kontol palsu, kini dalam memekku ada sebatang kontol asli yang sedang berasyik masyuk didalamnya.

Tono mengangkangkan kakinya, lalu mencoba membaringkan tubuhku diatas tubuhnya. Tangan kurusnya melingkari dadakku sambil meremas remasnya.

“Ini yang bikin saya gemes non, toket non gede banget ouhhh uhh”.

“Remas terus mang aahh tono iya gitu, terus sodok memekku, yang kenceng”.

“Iya nob ohhh uuhh bakalan mamang bikin muncrat memeknya”.

“Cepetin lagi mang, ohh ohh trus iya gitu, ahhh mang kelluarr mang, ngentot kamu maangg uhhhh”, aku berkelojotan diatas tubuh mang tono. Sejenak ia mendiamkan kontinya dalam mekiku merasakan jepitan vaginaku yang tengah berkontraksi karna orgasme.

“Sekarang non yang dibawah non”, perintah tono. Aku mengikut saja, dengan lemas aku turun dari atas tubuhnya dan berbaring disampingnya. Ia lalu memposisikan tubuhnya diatas tubuhku. Tangannya kini menuntun kontinya kembali memasuki memekku.

“Ugghhhh”, aku melenguh saat tono mulai menggenjot memekku.
Tangan tonopun tak tinggal diam, dengan gemas ia meremas payudaraku dan memainkan putingku sesekali ia mencaplok putingku lalu mengulumnya.

“Aghh trus mang sodok trus uhh jangan kasih ampun”.

“Ahh memek non enak banget”

“Uhh terusin mang genjot trus ough uhh”.

Genjotan tono makin liar, nafasnya kian memburu, kontolnya makin mengeras dalam memekku. Akupun tak mau kalah dengan menggoyangkan pinggulku naik turun menyambut tiap hujaman kontolnya.

“Oughh ohh non mamang mau keluar kayaknya ini ahh keluarin dimana”.

“Didalem aja mang didalem ahh ngentot mang uhh ahh”

“Ahhh non mamang bucat non ohh terima pejuhku non”.

“Uhhh aku juga mangg ohhhhh kellluarr mang”.

Tubuh kami sama sama menegang. Begitu nikmat kurasakan saat orgasmeku melanda dan disambut dengan semburan pejuh tono. Pinggulku kuangkat tinggi sementara tono memeluk tubuhku erat. Sejenak kami terdiam meresapi klimaks kami yang mulai mereda.

“Makasih non hukumannya”, bisik tono

Begitulah awal mulaku bermain dengan pembantuku. Sejak saat itu aku dan tono sering memuaskan hasrat dikamarku. Jalanan didepanku kini mulai lenggang aku lalu mulai menjalankan mobilku kembali kerumah tuk bertemu para pejantanku.

Cerita Birahi Bergambar Part II

Cerita Birahi Bergambar
Cerita Birahi Bergambar

tiiin suara klakson mobilku saat aku tiba dirumahku. Marten satpam rumahku pun membukakan pintu gerbang agar aku bisa masuk. Setelah memarkirkan mobilku akupun hendak turun dan masuk ke rumah, namun Marten sudah berada di samping mobilku sambil tersenyum

“Ada apa marten?”, tanyaku.

“Itu non anu, hngg eh”, kata marten tak jelas

“kenapa sih kamu bilang aja”.

“Itu non mau nagih janji non, kan non semalem janji kalo suami non udah pergi bakalan ngasih marten jatah non”, kata pria asal sulawesi berperawakan tinggi besar ini.

“Hahaha ya udah yuk kedalam”, kataku setelah menertawakan keinginannya, laki laki semua sama aja kalo urusan ngentot pasti kuat ingatannya.

“Jangan ah non,”.

“Loh kenapa?”, tanyaku penasaran.

“Kalo didalem pasti yang laen bakalan ikut ujung ujungnya saya cuma disepong ama ibu, soalnya kalo urusan itu hmm ngen ngentot saya paling cepet keluarnya”, kata marten. Ia memang masih kurang pengalamannya dan selalu terburu buru, kayaknya sikontol gede ini mesti diajarin biar lebih kuat.

“Ya udah masuk kemobil duduk dibelakang”, perintahku.

Dengan cepat marten memasuki mobil, ia langsung memelorotkan celananya tanpa membuka seragam satpamnya, aku tertawa dalam hati melihatnya begitu bernafsu.

Akupun berpindah dari kursi depan dan merangkak menuju belakang mobil. Martenpun mulai mengelus elus pahaku saat aku duduk disampingnya. Ia lalu menarik kepalaku dan mencium bibirku. Sambil berciuman dengan iseng aku menyentil nyentoil kontolnya yang mengacung tegak membuatnya menghentikan ciumannya

“Aduh non sakit, jangan disentil non”,

“Hihi ya udah nih”, kataku lalu mengocok kontolnya dengan tangan kiriku. Kurengkuh lehernya dan mengarahkan wajahnya mendekati wajahku. Kamipun kembali berciuman, tangan marten meraba raba payudaraku yang masih tertutup oleh kemeja berwarna biru dari bahan satin ini.

“Hmmp muach muach”, suara kecipakan bibir kami yang terus beradu, marten dengan sedikit kasar membuka seluruh kancing kemejaku. Kini terpampang bebas payudaraku yang masih tertutupi bra berenda berwarna biru pula. Marten perlahan melepas ciumannya, lalu ia mendorong pelan tubuhku agar merebahkan diri dijok belakang, kepalaku kini bertopang pada pintu mobil di sisi kiri.

Marten meraba raba perutku yang rata, lalu tangannya ia arahkan meremas remas payudaraku. Ia lalu menyingkap braku keatas. Kini terpampanglah putingku yang mulai mengeras dan berwarna coklat itu, marten dengan bernafsu langsung menghisap puting kananku sementara payudara kiriku ia remas remas. Karna kesakitan kuangkat tangan kiriku untuk menopang kepalaku yang bertopang pada pintu mobil sehingga ketiakku pun terlihat. Jilatan marten pun ia arahkan menuju ketiakku.

“Hihii ah oughh geli say ahh “, desahku sambil tertawa cekikikan karna ulahnya.

“Hmmp badan non siska wangi biar keringatan juga”, kata marten sambil mengendusi ketiakku.

Lelah bermain dengan bagian atas tubuhku ia sedikit duduk menjauh, rok hitamku ia singkap memperlihatkan gstring hitam yang kupakai, ia mengangkangkan kaki sebelah kiriku sehingga rok span yang kupakai makin tersingkap, marten lalu menunduk dan mendekatkan wajahnya mengendusi memekku yang masih tertutup celana dalam.

Suhu didalam mobil makin panas akibat nafsu birahi kami yang kian memuncak, apalagi mobil dalam kondisi mati yang menyebabkan AC mobil tak hidup.didalam mobil kini marten menyingkap gstring yang kupakai kesamping lalu mulai menjilati vaginaku.

“Ahhh iya uhh bukan disitu ohh atasnya lagi”, kataku mengarahkan marten karna ia masih belum mahir dalam mengoral memekku.

“Slurrpp sluurrpp air memek non siska gurih”, pujinya sambil tetap menjilati vaginaku.

Marten berhenti sejenak kemudian ia mencoba melepaskan gstring yang kupakai. Kutarik sedikit bagian atas rokku lalu kuangkat pantatku memudahkannya melepaskan penutup memekku itu. Setelah itu marten lalu kembali menjilati miss v ku.

5 menit ia menjilati memekku aku tak merasakan orgasmeku akan datang, mungkin karna ia tak semahir tono ataupun kardi yang lebih berpengalaman. Aku lalu mendorong tubuhnya agar menjauh dari selangkanganku. Nampak ia sedikit kecewa

“Maaf non nggak bisa bikin non orgasme”, katanya.

“Udah nggak apa, nanti juga bakalan pinter kok sekarang duduk yang bener”,kataku sambil tersenyum.

Kini giliranku yang mengoral kontol yang berukuran 20 centi itu, diantara mereka, kontol Marten memang yang paling besar tapi tak dibarengi dengan kemampuannya bercinta.
Andai kemampuan bercinta marten seperti tono dan kardi mungkin aku akan lebih memilih untuk terus berhubungan dengan Marten.

Aku kini sedang mengulum dan menjilati batang besar berurat milik marten, terkadang kukocok kontolnya dan berciuman lalu kembali mengoral kontolnya, wajahnya yang memang putih kini memerah akibat nikmat yang ia rasakan.

“Aduh non pelan pelan uuhh nyedotnya, sa bisa keluar”, kata marten memakai logat daeranya.

“Hihi slurpp slurp”, aku terkekeh setiap marten memakai logat daerahnya karena menurutku lucu, aku lalu kembali melanjutkan oralku padanya.

Tak ingin berlama lama martenpun menarik tubuhku. Ia mencium bibirku lalu keleherku dengan begitu bernafsu. Tangannya tak tinggal diam mengelus elus punggungku. Ia lalu melepaskan kemejaku dan juga bra yang kupakai.

“Non saya nggak tahan non”, kata marten dengan nafas memburu.

“Nggak tahan apasih hmm”, kataku menggodanya.

“Pengen ngerasain puki nya non”.

“Ih aku nggak punya puki, puki apaan sih”, kataku yang kini duduk dipangkuannya berhadapan. Sambil kugesekkan memekku ke kontolnya.

“Memek non sa pengen ngerasain memeknya non”

“Oh memek toh nih”, kataku sambil mengangkat tubuhku lalu kutuntun kontolnya memasuki memekku. Hanya 3/4 kontolnya saja yang masuk, karena kini bagian kepala kontinya sudah mencapai mulut rahimku. Membuatku bergetar merasakan nikmat.

“Oughh uhh”, ia melenguh merasakan jepitan memekku.

“Nih udah dirasainkan uhh ah sshh”, desahku sambil menggoyangakan pinggulku naik turun. Ia hanya pasif menerima tiap genjotanku.

Marten dengan begitu bernafsu menciumi seluruh wajahku, ia lalu kembali menjilati leherku lalu mencucup putingku. Ia menyedotnya sambil memainkan lidahnya disana. Aku hanya bisa meremas rambutnya sambil kupercepat geolan pinggulku.

“Ougghh gimana enak kan ahh ahh”.

“Iya non ahh enak banget uhh”.

“Jangan cepat cepat keluar yah”, kataku sambil mempercepat lagi goyangan pinggulku, maju mundur naik turun di pangkuannya.

“Aahh jangan uhh cepat cepat non ahh”.

“Hiihij oughh kenapa uhh say takut cepat oughh kellluar yah hihi ah ah”.

Aku lalu mengangkat kepalanya mendekati wajahku, kamipun berciuman, lidah kami saling bertautan, terkadang ia mengulum lidahku, dan akupun membalasnya. Seragam satpamnya kini mulai dibanjiri keringat. Akupun makin semangat bergoyang diatas tubuhnya.

“Aduh sa mau keluar nih non ouggh”
Mendengar kata katanya aku berhenti sejenak. Kubiarkan ia menciumku ataupun memainkan payudaraku. Aku lalu berbalik memunggunginya, kutuntun tangannya untuk meremas payudaraku dan akupun kembali menghujamkan memekku ke kontolnya, martenpun membalas dengan ikut menaik turunkan selangkangannya. Begitu nikmat saat kurasakan kepala kontinya menyundul dan menggesek bagian dalam memekku.

“Ahh uhh ya begitu terusin oughh say”, kataku menyemangatinya.

“Ahh non nggak tahan nih keluarin dimana”, katanya yang malah mempercepat tusukan kontinya dari bawah tubuhku. Akupun membalas dengan menaikturunkan tubuhku dan memainkan dinding memekku meremas kontolnya yang keluar masuk di dalam memeku.

“Ahhh didalam aja uhhh ahh”.

“Ahh non sa keluar non sa keluarrr ahhhh”, erangnya. Mobil berguncang hebat saat aku membalas tiap semprotan pejuhnya dimemekku dengan hujaman memekku mengejar orgasmeku yang sebentar lagi.

“Ahhh aku dappetttt ughhhhhjhh”, aku berkelojotan diatas pangkuannya, tubuhku melengkung dadaku kian membusung, aku yang kelelahan hanya bisa bersandar pada dadanya yang bidang. Dapat kurasakan pejuhnya meluber mengalir di sela sela pahaku, menambah kesan geli yang kurasakan.

Sejenak kami hanya terdiam menunggu klimaks kami mereda. Setelah itu akupun turun dari pangkuannya dan mengelap pejuhnya memakai gstringku. Aku lalu memperbaiki rokku dan kupakai kemejaku. Lalu keluar dari mobil. Saat aku keluar sudah kudapati kardi yang berdiri dibelakang mobil. Marten yang melihatnyapun ikut terkejut dengan kehadiran kardi.

“Ohh pantes nih mobil goyang goyang, enak banget lo marten nggak ngajak ngajak gue”, kata kardi sambil tersenyum sinis.

“Hehe sorry yah di”, kata Marten lalu berjalan menjauh setelah menepuk bahu Kardi.

“Non kok cuma marten yang dikasi, mentang mentang dia ganteng jadinya dispesialin”, kata kardi.

“Ck udah kalo protes malah nggak kukasih jatahmu”.

“Jangan dong non, non saya juga dong non pengen nyoblos memek non siska”, kata kardi memelas.

“Aku capek pak kardi ntar malam aja yah, nanti aku kasih yang spesial deh yang slama ini pak kardi mau”.

“Wah apa non?”, tanyanya bersemangat

“Hihi ntar malam aja yah sekarang aku mau istirahat dan jangan ada yang masuk ke kamarku kalo ampe ada yang masuk kejutan buat kalian ntar malam batal, kalian nggak mau kan?”.

“Ya udah deh non, pokoknya ntar malam saya bakalan non siska ampe muncrat banyak”

“Iya iya aku percaya kok”, kataku lalu pergi meninggalkan kardi.

Aku lalu masuk kerumah dan menuju kamarku bermaksud untuk beristirahat, setelah mandi aku lalu merebahkan diriku. Aku yang agak susah tidur kembali menerawang saat pertama kali Marten dan Kardi dapat mencicipi tubuhku.

–�–

Selama lebih seminggu sejak aku berhubungan dengan tono dan suamiku yang hanya beberapa hari pulang kemudian pergi lagi keluar kota, pada suatu hari tono menghampiriku. Ia lalu bercerita kalau ia keceplosan menceritakan hubungan sexku pada kardi dan marten

Awalnya aku ingin marah, namun karna ia begitu memohon dan meminta maaf aku lalu memaafkannya saja, kuberitahu tono agar jangan sampai mereka memberi tahu suamiku. Dan sebagai hadiah agar mereka tak memberitahukannya aku rela melakukan apapun. Entah karna sudah merasakan konti lain dalam memekku, aku ingin melanjutkan petualanganku dengan merasakan berbagai macam kontol. Namun aku tak mau gegabah. Lebih baik dengan orang orang dirumahku agar lebih aman. Aku kemudian menyuruh tono Memanggil Kardi dan Marten pada suatu siang. Mereka bertiga kemudian masuk ke kamarku.

“Ada apa yah non kami dipanggil”. Kata Kardi.

“Udah nggak usah pura pura nggak tau”. Kataku sinis. Marten hanya menunduk malu malu, berbeda dengan kardi yang cengengesan.

“maafkan saya non gara gara saya malah kayak gini”, kata tono.

“Udah nggak apa, kalian berdua pernah ngeliat cewek masturbasi nggak?”.

“Hah? ” mereka terperangah mendengar pertanyaanku.

“Tono hukuman buat kamu karna mulutmu ember, mending keluar gih”.

“Tapi non”, kata tono menolak.

“Kardi, marten kalo kalian mau jatah dari saya suruh keluar si tono”, perintahku pada mereka. Dengan bersemangat mereka pun langsung menyeret tono keluar dan lalu mengunci pintu.

“Tunggu disini”, kataku lalu membuka lemariku mengambil lingerie berwarna pinkku dan juga dildo yang cukup panjang berwarna pink lalu mereka kusuruh berdiri membelakangiku lalu akupun mengganti tanktop dan hotpants yang kupakai menggantinya dengan bikini berwarna pink ini. Setelah selesai akupun menyuruh mereka berbalik. Mereka terkejut saat melihatku mengenakan bikini ini.

“Wah non sexy banget, iya nggak marten”, kata kardi memujiku dan berancang ancang mendekatiku.

“Eits jangan mendekat dulu. Saya punya permainan buat kalian, kalo kalian maksa aku aku bakalan suruh si tono buat bilang ke suamiku kalo kalian ingin memperkosaku, kalian nggak maukan kayak gitu”.

“Pe permainan apa yah non”, kata marten dengan terbata bata.

“Selagi aku lagi masturbasi kalian harus coli didepanku gimana?”.

“Wah oke lah non tapi bolehkan pegang badan non”, kardi bersemangat.

” iya boleh,Nah yang paling cepat keluar bakalan aku kasih kesempatan ngerasain memekku pertama kali, tapi kalian harus semangat ngocoknya gimana?”.

“Siap non iya nggak ten”, kata kardi sambil mempelorotkan celananya, diikuti marten dengan malu malu ia pun membuka celana dan celana dalamnya.

“Oke kalian ikat dulu nih kain ke kaki trus tanganku awas ingat perjanjian, kalian ngelanggar siap siap seperti yang kubilang tadi”. Kataku sambil duduk dilantai bersandar pada tembok. Mereka lalu mengikat kain pink itu di kaki kanan ke tangan kananku begitupun bagian kiri tangan dan kakiku. Setelah itu Mereka pun bergerak menjauh dan lalu memulai mengocok kontolnya. Sejenak kupandangi kontol besar marten, kayaknya miliknya lah yang paling besar. Sementara kontol kardi lebih kecil dari kontol tono apalagi Marten.
Kuraih dildo yang kuletakkan tadi dilantai, ukurannya cukup panjang, sejenak kumainkan dildo itu dibuah dadaku lalu kujilati dan kukulum. Mereka makin semangat mengocok kontol mereka.

Cerita Birahi Seru
cerita birahi bergambar

Kumainkan lidahku pada dildo itu membuat benda itu basah akan air liurku. Aku lalu mengarahkan dildo itu ke memekku yang masih terbungkus celana dalam pink.

“Ohhh non siska non nakal banget “, kata kardi mengerang, sementara marten hanya bisa melotot.

Aku kemudian mengangkat pantatku lalu kupelorotkan celana dalamku hingga sebatas paha. Akupun lalu mulai menggeseki memekku dengan dildo panjang itu. Kumainkan itilku dengan dildo itu Lalu kutusukan ke dalam lubang memekku. Kuperhatikan mereka berdua yang semakin cepat mengocok kontol mereka seirama dengan kocokan dildo ini.

“Uhh sshh ahhh”, aku mendesah.

“Ahh non boleh pegang toketnya nggak non”, kata kardi.

“Ssh uhh kesino ahh kalian duduk disampingku”,kataku sambil tetap memainkan dildo ini. Kini kardi duduk berselonjor di samping kiriku sementara marten di sebelah kananku.

“Cukup pegang toket yah uhh”, kataku pada mereka. Masing masing tangan mereka mulai meremas payudaraku . Kenikmatan yang kurasakan makin bertambah, pemandangan 2 kontol yang kepalanya mulai memerah, remasan tangan mereka pada buah dadaku, dildo yang keluar masuk dimemekku membuatku semakin melayang. Makin cepat kukocok dildo itu keluar masuk di memekku. Kurasakan orgasmeku sebentar lagi akan tiba.

“Uhh ahhh ahhh lebih keras ngeremesnya aku mau keluaarr cepet”, perintahku.

“Ahhhh ngentoot ugghhhh aku kelluarrr”, teriakku, akibat dari sensasi yang kurasakan cairan orgasmeku sampe menyemprot keluar membasahi celana dalamku. Sejenak aku hanya terdiam meresapi sisa sisa orgasmeku.

“Agghh non siska binal banget”.

“Aduh saya nggak tahan”, teriak marten tiba tiba dan langsung memuncratkan pejuhnya membasahi seragam satpamnya.

“Haha hore gue menang, dasar perjaka”, kata kardi melecehkan Marten

“Hihi kamu emang masih perjaka marten?”, tanyaku.

“Uh ugh iya non hosh hosh”, kata marten dengan nafas tak beraturan.

“Jadi langsung maen kan non ini?”, tanya kardi tak sabar.

“Iya iya, kita maennya dikamar mandi aja yah sekalian mandi sore sekarang bukain nih ikatan”, kataku.

Setelah mereka membantuku membuka ikatanku aku lalu, mengambil gstring berwarna hitam yang nanti akan kupakai,aku lalu menyuruh mereka masuk duluan ke kamar mandi yang cukup besar. Setelah itu aku mengambil sleepdressku yang transparan, aku ingin menggoda mereka dengan penampilanku. Aku sejenak mematut diriku di cermin melihat bayang diriku yang memakai gstring hitam yang tadi kukenakan dan juga sleepdress yang menerawang memperlihatkan bentuk payudaraku.

Cerita Birahi Seru
cerita birahi bergambar

Aku lalu masuk ke kamar mandi, saat aku masuk mereka kembali terbelalak akan penampilanku yang dibilang sexy ini. Kulihat mereka kini telanjang bulat dengan kontol kontol yang kembali mengacung menunjuk kearahku yang sedang membuka gstring hitamku dan menggantungnya dicapstok.

Cerita Birahi Seru
cerita birahi bergambar

“Wih non sexy banget”, kata kardi.

“Makasih”, kataku singkat sambil menyalakan shower, sleepdress yang kupakai kini basah, tatapan mereka makin bernafsu saat melihat tubuhku yang kini basah dibawah guyuran shower.

“Kalian mau ngeliatin atau mau ikutan mandi”, kataku lalu membuka sleepdressku yang telah basah. Aku lalu mengambil sabun cair dan menyabuni bagian dadaku.

“Aduh saya bantuin nyabunin yah neng”, kata kardi yang mengambil sabun cair itu dan mengoleskannya pada punggungku. Ia begitu bersemangat menyabuni buah pantatku yang memang montok.

“Marten jangan diam aja nih coba sabunin dadaku”, kataku memanggil marten. Iapun maju dan mengarahkan tangannya ke buah dadaku. Kontol panjangnya menyundul bagian perutku. Begitu hangat kurasakan. Kontol kardi yang berada tepat dibelahan pantatku pun kini bergerak naik turun.

cerita birahi bergambar
cerita birahi bergambar

Akupun lalu menarik wajah marten dan menciumi bibirnya, marten gelagapan membalas ciumanku, sementara dibelakang tubuhku kardi tak lagi menyabuni melainkan menggesekan kontolnya dipantatku.

“Ahh pantatnya non mulus banget”, kata kardi yang kini memegangi pinggulku sambil terus menggesekan kontolnya di pantatku.

“Hmmp muach muach”, suara bibirku yang beradu dengan bibir marten, marten semakin bersemangat meremas payudaraku. Marten lalu membasahi dadaku yang penuh sabun membilas busa busa yang ada disana setelah bersih ia pun menunduk lalu menghisap putingku.

“Ugghh dasar bayi ahh gede kamu marten oughhh”, aku mengerang karna kini kardi menjilati pantatku sambil tangannya menggesek memekku.

Kardi lalu sedikit menunggingkan pantatku, ia lalu menjilati lubang analku turun kememekku. Kini marten kesusahan menghisap payudaraku. Aku lalu berinisiatif mengoral kontol besarnya.

“Ughh non siska aduh nikmat e”, kata marten dengan logat khas daerahnya tanpa sadar.

“Glhlok ghlok, hmmpp sllurp, suara mulutku yang beradu dengan kontol marten, sambil aku sesekali mengerang kenikmatan karna perlakuan mulut dan tangan kardi yang bermain di lubang anal dan memekku.

“Non aku masukin sekarang yah non”, kata kardi yang kini berdiri dan menuntun kontolnya memasuki memekku, ia menggesek sejenak kepala kontolnya lalu mulai memasukkannya ke lubang kenikmatanku.

“Plop ughh pelan pelan dulu yah pak”, kataku setelah melepaskan kontol marten dari mulutku, pak kardipun mulai menggerakan pinggulnya maju mundur scara perlahan.

“Ughh memek non siska peret banget nikmat euy ahh”, erang kenikmatan pak kardi.

“Ughh aduh e enak aduh ahhmp “, marten menggumam merasakan kuluman kontolku.

“Ahh hmpp sllurrpp”, aku sedikit mendesah ketika pak kardi mulai menggenjotku secara cepat. Aku tetap berkonsentrasi mengulum kontol marten.

Pak kardi terkadang membungkukkan badannya dan menciumi punggungku, tangannya ia arahkan ke bagian depan memekku dan mencari itilku, ia lalu menggesek itilku dengan jari jari gemuknya.

“Plop, ah trus pak iya uhhh oughh ahh cepetin pak”, ceracauku mengekspresikan kenikmatan yang kurasakan. Kontol marten kini hanya kukocok kocok saja memakai tanganku.

Harus kuakui pak kardi sangat pandai memainkan tempo genjotannya terkadang ia percepat, terkadang ia perlambat. Aku lalu menegakkan badanku sedikit, pak kardi mengerti maksudku, iapun mencium bibirku, tangannya tak tinggal diam meremas remas payudaraku.

“Plok plok plok”, suara pantatku yang beradu dengan selangkangannya membahana di kamar mandi ini. Aku yang tak enak marten kembali kubungkukan badanku lalu kujilat bagian kepala kontinya lalu kukocok.

“Uggh ahh ohh enak betul memekmu non persis yang dibilang agghh tono”.

“Trus pak ahh enakk dikit lagi pak iyah uhhh”.

“Aku kencengin yah non”, kata pak kardi yang sekarang bagai kuda liar memompakan kontolnya dengan kencang.

“Ugghh pak ahhh enak banget agghh ngentot kamu pak aahhh kelluaarrr paaakk ughhhh”, sejenak aku berkelojotan , kakiku bergetar akibat orgasme, pasti pak kardi dapat merasakan cairan memekku yang menyemprot itu.

“Uh hosh hosh, enak banget tadi pak”, kataku yang sedang menungging dilantai dengan nafas tak teratur.

“Hehe kardi gitu loh”, kekeh pak kardi.

“Nah hosh Marten giliran kamu yah, kamu baring gih”, kataku menginstruksikan marten berbaring dilantai kamar mandi. Aku lalu merangkak lalu kukangkangi selangkangannya dengan posisiku yang membelakanginya. Kutuntun kontolnya memasuki memekku, awalnya aku sedikit meringis karena ukuran kontol marten yang besar. Dan akhirnya kontol milik pria berumur 28 tahun itu memasuki memekku.

“Agghh inikah yang dibilang ngentot enak banget e”, kata Marten saat aku mulai menaikturunkan pinggulku. Aku lalu menyuruh pak kardi berdiri dihadapanku aku lalu mengulum kontolnya sambil menggenjot kontol marten.

“Hmmpp ughh sllurrp”, aku mengerang nikmat saat kontol marten menyundul nyundul mulut rahimku. Semua bagian sensitif didalam memekku tergesek sempurna oleh kontol marten. Dan karena itu aku semakin bersemangat menggoyangkan pinggulku.

“Agghh kontolmu enak banget say ughh gerakin dong ahh pinggulmu”,kataku sambil mengocok kontol kardi.

Martenpun mengikuti saranku dan ikut menggerakan pinggulnya, awalnya ia sedikit kaku karna ini adalah pengalaman pertamanya namun lama kelamaan gerakan kami saling bersinergi, ia mulai mengerti saat aku menghujamkan memekku, iapun menusukkan kontolnya, dan saat memekku menjauh ia lalu menarik kontolnya.

Tak sampai 5 menit kurasakan badai orgasme akan tiba, kontol pak kardi pun makin mengeras dimulutku, begitupun kontol Marten yang mulai berkedut kedut.

“Agghh sepongan non nikmat banget nih non makan pejuhku aaggh ngentot”,erang pak kardi, aku hanya mendiamkan tubuhku diatas tubuh marten yang sedang aktif menggenjotku dari bawah. Cairan pejuh pak kardi yang asin langsung kutelan, pak kardi lemas dan terduduk dilantai kamar mandi.

Kini aku berkonsentrasi mengejar orgasmeku, namun baru beberapa kali aku menggoyangkan pinggulku marten sudah mengerang mencapai klimaksnya.

“Ughhhh ahhh non keluar non ahhh”, begitu banyak pejuhnya yang ia semprotkan didalam memekku. Tak mau kalah aku juga menaikturunkan pinggulku demi mendapatkan klimaksku dan akhirnya.

“Aghhhhh kellluaaarrrr akuu dappeettt”, teriakku, aku menggelepar diatas tubuh marten. Sejenak kami bertiga mengatur nafas akibat klimaks yang kami capai. Dengan perlahan aku kemudian mengeluarkan kontol marten yang mulai mengecil, untung saja aku rutin meminum pil kb sejak rutin bersetubuh dengan tono sehingga aku tak perlu takut hamil. Cairan pejuhnya mengaliri paha dalamku.

Mereka lalu membasuh tubuh mereka lalu segera kembali memakai pakaian mereka dan keluar dari kamar mandi,sementara aku tetap melanjutkan mandiku, kini aku punya banyak kontol yang siap memuaskanku, siapa suruh sering ninggalin aku mas,gumamku dalam hati.

Cerita Birahi Seru
cerita birahi bergambar

Sejenak kukeringkan tubuhku dengan handuk, aku lalu mengeringkan rambutku yang basah dengan handuk dan segera keluar dari kamar mandi dengan wajah penuh kepuasan akibat persetubuhanku tadi.

–91–

Begitulah awal mula kardi dan marten menikmati tubuhku dan malam ini aku berencana akan melakukan pesta dengan mereka. Aku telah menyiapkan kejutan untuk mereka, jika selama ini aku yang mendominasi, malam ini hingga seminggu nanti aku akan membiarkan mereka mendominasi, kantukku pun mulai mendera dan akupun terlelap mengistirahatkan badan untuk acara sebentar malam. Nantikan kelanjutan dari cerita birahi bergambar ini ya guys!

Distibutor Vimax Extender

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*